SUARAUTARA.COM,Minahasa,-Kader Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan kekecewaannya terhadap pelaksanaan kongres partai PAN yang dinilai sudah diarahkan untuk memilih ketua secara aklamasi.
Kritik ini disampaikan Oleh kader PAN kepada Ketua DPD PAN Minahasa, Karim Laija, SE, yang juga akan mengikuti kongres pada tanggal 22 Agustus tersebut.
Sebelumnya ketua DPD PAN Minahasa Karim Laija, SE memberikan informasi bahwa kongres PAN dipercepat, dan pemilihan ketua umum akan dipilih secara aklamasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem pemilihannya tidak memberikan ruang bagi proses demokrasi yang sehat di dalam partai, menjadi perhatian kami selaku kader PAN.
“Kami sangat menyayangkan bahwa pelaksanaan kongres PAN kali ini sudah diarahkan untuk memilih ketua secara aklamasi. Ini bukanlah cerminan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh PAN,” ujar Alwien Sekertaris DPD PAN Minahasa, Selasa (20/8/2024)
Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa keputusan mempercepat kongres dan hanya mengakomodasi sistem aklamasi bisa mengurangi kepercayaan akar rumput terhadap kepemimpinan partai. Menurutnya, partai seharusnya memberikan kesempatan yang lebih luas bagi para kader untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan ketua.
Kritik dari akar rumput partai ini mencerminkan keresahan yang dirasakan oleh banyak kader PAN di daerah, yang merasa bahwa hak mereka untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan pimpinan partai telah dibatasi.
Kongres PAN yang akan datang diharapkan dapat menjadi ajang evaluasi internal bagi partai untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi yang seharusnya menjadi landasan dalam setiap proses pengambilan keputusan. (ara)
























