Ampana, SuaraUtara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Una-Una kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi dan Kemitraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang digelar pada Jumat (10/4/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, jajaran rumah sakit daerah, hingga para kepala puskesmas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Alfian Matajeng, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan keberhasilan program JKN di daerah.
Dalam sambutannya, Alfian menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana evaluasi sekaligus konsolidasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia menyebutkan bahwa keberhasilan JKN tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh koordinasi yang kuat antarinstansi.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan program JKN berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Alfian.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut. Salah satunya adalah upaya peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan, baik di tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas, maupun di fasilitas rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) seperti rumah sakit.
Peningkatan kualitas layanan dinilai krusial untuk menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional.
Selain itu, forum juga membahas optimalisasi administrasi kepesertaan JKN. Hal ini mencakup validasi data peserta agar lebih akurat, serta percepatan proses aktivasi kepesertaan bagi masyarakat yang berhak.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan kendala administratif yang selama ini kerap menjadi hambatan dalam pelayanan.
Tak kalah penting, para peserta forum juga mengidentifikasi berbagai persoalan teknis yang masih dihadapi dalam implementasi JKN.
Di antaranya adalah sistem rujukan berjenjang yang belum sepenuhnya berjalan efektif, serta proses klaim pelayanan kesehatan yang membutuhkan penyempurnaan agar lebih efisien dan transparan.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak.
Pemerintah daerah menilai bahwa kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut.
Melalui forum kemitraan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih intensif dan koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah daerah dengan seluruh mitra strategis. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan JKN di Kabupaten Tojo Una-Una.
Lebih jauh, langkah ini juga merupakan bagian dari upaya percepatan pencapaian Universal Health Coverage (UHC), di mana seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak tanpa mengalami kesulitan finansial.
Dengan komitmen dan kerja sama yang terus diperkuat, pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai secara berkelanjutan. (Agung)
























