Oleh: SURYADI | Wartawan senior, pengamat seni
Wayang Topeng adalah satu jenis teater rakyat yang berasal dari Situbondo Jawa Timur yang kini mengalami intensitas pertunjukan dibandingkan dengan kesenian ludruk dan Ketoprak Madura.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ki Dalang Kadaryono menjadi salah satu representasi penting dalam seni Wayang Topeng.
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan dan dinamika Ki Dalang Kadaryono dalam mempertahankan seni pertunjukan Wayang Topeng.
Selanjutnya, upaya pelestarian Wayang Topeng didorong oleh inisiatif Ki Dalang Kadaryono yang secara aktif menjaga kesinambungan tradisi melalui regrnerasi internal dan adaptasi format pementasan.
Keberlangsungan Wayang Topeng membutuhkan kolaborasi antara seniman, masyarakat dan Pemerintah sebagai ekosistem pendukung yang berkelanjutan.
Predikat “tradisional” yang disematkan pada suatu pertunjukan teater mengacu kepada kesesuaiannya dengan tradisi, baik dalam hal struktur maupun pada pelaksanaannya berlangsung secara berulang.
Dengan kata lain, teater tradisional di Indonesia merujuk pada tradisi lokal atau memiliki nilai-nilai tradisional yang berkembang di masyarakat Indonesia, serta dibentuk berdasarkan konsep tradisionalisme.
Sementara itu Ki Dalang Kadaryono terlahir di Bondowoso pada tanggal 12 September 1956 dan sekarang menetap di Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, awalnya memiliki minat besar terhadap kesrnian daerah, khususnya Wayang Topeng. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya dengan menjadi asisten dari Ki Dalang Suwono.
Dengan bekal buku-buku tentang pewayangan dari perpustakaan belajar sendiri, otodidak. Sehingga pada tahun 1985 menjadi momen penting bagi Kadaryono untuk memulai perjalanan mandirinya dalam berkarya sebagai dalang Wayang Topeng.
Di sisi lain, Kadaryono memperbanyak literatur dan narasumber untuk memperluas pengetahuan dalam meningkatkan kemampuannya sebagai dalang.
Kadaryono pernah bergabung dengan lima kelompok Wayang Topeng yang berbeda, diantaranya Sri Kresna yang berpangkalan di Prajekan Kabupaten Bondowoso.
Saat ini Kadaryono memiliki kelompok sendiri yang diberi nama Wayang Topeng Kadaryono, ia menjadi pimpinan merangkap dalang.
Menurunnya minat masyarakat terhadap pertunjukan Wayang Topeng tidak mengurangi semangat para pemainnyauntuk terus berlaga di atas panggung.
Upaya pelestarian Kesenian Wayang Topeng muncul dari nurani Ki Dalang Kadaryono. Namun jauh lebih baik apabila pelestarian ini didukung oleh pemerintah seperti melakukan pembinaan, sosialisasi dan suntikan dana.
Pada akhirnya, keberadaan dan kesinambungan Wayang Topeng dapat terjaga.
Tidak menutup kemungkinan, ke depannya karena produktivitas meningkat, maka ekonomi dalam masyarakat juga meningkat.
Keberadaan dan keberlangsungan kesenian Wayang Topeng merupakan hubungan timbal balik dan tanggung jawab amtara seniman dan masyarakat.

























