Kering dan Gundulnya Hutan Mengundang Sekawanan Monyet Turun ke Permukiman Warga serta Kantor Puskesmas Sumber Malang

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,SITUBONDO — Hutan di wilayah Kecamatan Sumbermalang, Situbondo, Jawa Timur kini tampak gersang dan gundul. Gundunya hutan disebabkan tangan serakah manusia tidak bertanggung jawab.
‎ Curah hujan yang minim selama beberapa bulan terakhir membuat sumber air di pegunungan mengering. Akibatnya, satwa liar kehilangan tempat mencari makan dan mulai mendekati permukiman warga untuk mendapatkan makanan.

‎Sejak sepekan terakhir, warga Dusun Krajan dan sekitarnya digegerkan dengan kemunculan sekawanan monyet ekor panjang. Kawanan yang diperkirakan berjumlah lebih dari puluhan ekor itu turun dari hutan di lereng pegunungan untuk mencari makanan ke kebun dan sejumlah halaman rumah warga.

‎”Segerombolan monyet sudah banyak dan sering memanjat genteng dan masuk ke dapur rumah warga hanya mencari makanan, mas. Gerombolan monyet tersebut sudah kehilangan habitat tempat mereka biasanya memperoleh makanan di tengah hutan, namun sekarang hutannya sudah banyak ditebang oleh manusia, maka jangan salahkan pasukan monyet itu mencuri dan merampas makanan warga di desa Telogsari dan sekitarnya ini,”  ujar Edy Susanto, pemerhati lingkungan yang juga warga Desa Sumbermalang, Selasa, (14/7/2026).

‎Menurut warga, fenomena ini baru terjadi tahun ini. Biasanya monyet hanya terlihat di dalam hutan dan tidak berani masuk kampung. Namun karena hutan di atas sudah kekeringan dan banyak pohon yang meranggas dan hutan gundul, mereka terpaksa mencari makan ke bawah.

‎Kepala Desa Sumbermalang membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas dari BKSDA dan perangkat kecamatan untuk melakukan pemantauan.

‎”Kami imbau warga jangan memberi makan dan jangan memprovokasi. Biarkan petugas yang menangani agar tidak ada konflik antara manusia dan satwa,” ujarnya.

‎BKSDA Jawa Timur wilayah Situbondo mencatat, kekeringan juga berdampak pada berkurangnya buah-buahan hutan seperti jambu hutan, ficus, dan pucuk daun muda yang menjadi makanan utama monyet. Jika kemarau berlanjut, potensi konflik satwa dan manusia diprediksi masih akan meningkat.

‎Hingga saat ini belum ada laporan warga yang terluka. Warga diminta mengamankan makanan, menutup rapat tempat sampah, dan segera melapor ke perangkat desa jika kawanan kembali masuk permukiman.

‎Pihak terkait berharap hujan segera turun agar hutan kembali hijau dan satwa bisa kembali ke habitatnya.

Berita Terkait

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat
Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 
Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 
Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WITA

Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Jumat, 11 September 2026 - 14:49 WITA

Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WITA

Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 

Kamis, 10 September 2026 - 11:27 WITA

Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 

Berita Terbaru

Nasional

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:49 WITA