Kekeringan dan Karhutla Mengancam, Pemkab Buol Mulai Siapkan Langkah Antisipasi

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraUtara.com, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana Kekeringan dan Karhutla Wilayah Kabupaten Buol Tahun 2026.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait menghadapi potensi bencana musiman yang dapat berdampak terhadap masyarakat, lingkungan, hingga sektor pertanian.

Forum tersebut melibatkan jajaran pimpinan daerah, TNI/Polri, serta organisasi perangkat daerah dan instansi terkait. Koordinasi difokuskan pada penguatan strategi pencegahan, kesiapan personel, hingga pemetaan wilayah yang memiliki potensi rawan kekeringan dan Karhutla.

Pemerintah daerah menilai penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan langkah setelah kejadian. Mitigasi dan deteksi dini perlu diperkuat untuk memperkecil risiko sebelum bencana meluas.

Dalam rakor tersebut, kesiapan armada, peralatan penanggulangan bencana, serta personel lapangan turut menjadi perhatian. Seluruh unsur diminta memiliki pola tindakan yang jelas agar potensi titik api maupun kondisi kekurangan air dapat segera diidentifikasi dan ditangani.

Kesiapsiagaan menjadi semakin penting mengingat dampak kekeringan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Sementara untuk Karhutla, pemerintah mendorong penguatan pencegahan di tingkat lapangan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Buol juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bergerak bersama dalam mendeteksi potensi bencana sekaligus mencegah munculnya titik api.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko bencana sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kekeringan maupun Karhutla di wilayah Kabupaten Buol.***

Berita Terkait

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung
Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal
Pemkab Buol Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Akses Pembiayaan Masyarakat Jadi Prioritas
Ketua PMI Buol Resmikan KEMBARA IV, Tekankan Jiwa Kepedulian dan Kepemimpinan Generasi Muda
Tower BAKTI Buka Akses Digital di Pelosok, Pemkab Buol Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Perkuat Kepastian Tata Ruang, Bupati Buol Dorong Percepatan RDTR di Empat Kecamatan
Pemadaman Bergilir Bukan Dampak Buol Terang, PLN Leok Ungkap Kendala Mesin Pembangkit
Pemdes Borneang Gandeng Posbakumadin, Warga Diberi Edukasi Isbat Nikah dan Administrasi Hukum

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:10 WITA

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:30 WITA

Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Pemkab Buol Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Akses Pembiayaan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33 WITA

Ketua PMI Buol Resmikan KEMBARA IV, Tekankan Jiwa Kepedulian dan Kepemimpinan Generasi Muda

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WITA

Tower BAKTI Buka Akses Digital di Pelosok, Pemkab Buol Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

PG Pradjekan Tutup Giling, Sesuai Target Tembus 5,287,330 Kuintal Tebu

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:29 WITA

Sastra Seni Budaya

Puisi Erfan Hadi: “Negeri Kaya Korupsi Peringkat Pertama”

Minggu, 1 Nov 2026 - 08:33 WITA