SUARAUTARA.COM,Minahasa-Dalam bursa penentuan pemilihan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) yang akan berlangsung pada 23 Januari 2025, Recky Harold Elby Sendouw, SP., MM., Ph.D, mencuri perhatian sebagai salah satu kandidat terkuat.
Sebagai akademisi berpengalaman yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unima, Recky dinilai memiliki kemampuan dan visi besar untuk membawa Unima ke tingkat yang lebih tinggi.
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini tidak hanya dikenal karena prestasi akademiknya, tetapi juga pendekatan kepemimpinan yang humanis dan inovatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Recky mengungkapkan bahwa konsep kepemimpinannya berfokus pada pelayanan kepada orang lain, bukan meminta pelayanan.
“Seorang pemimpin harus hadir untuk melayani dan membantu mewujudkan potensi terbaik dari setiap individu. Saya ingin kepemimpinan saya menjadi inspirasi, bukan sekadar instruksi,” ungkapnya.
Karier panjang Recky di dunia pendidikan membuktikan dedikasi dan inovasinya. Sebagai Dekan FISH, ia memimpin berbagai inisiatif strategis, termasuk menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang progresif dalam membenahi infrastruktur kampus, seperti gedung kuliah Program Studi Ilmu Hukum, guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal.
Dalam pernyataannya, Recky menegaskan tekadnya untuk menjadikan Unima sebagai universitas unggulan di Indonesia Timur.
“Fokus saya adalah pada pengembangan fasilitas, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Unima memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di kancah pendidikan nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sosok Recky H.E. Sendouw mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Para akademisi dan mahasiswa memuji kepemimpinannya yang berbasis integritas dan visinya yang relevan dengan tantangan zaman.
“Pak Recky adalah pemimpin yang memahami kebutuhan kampus. Dengan pendekatan pelayanannya, beliau mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif,” ungkap salah satu dosen senior Unima.
Pemilihan Rektor Unima kali ini menjadi momen penting yang akan menentukan arah kebijakan universitas ke depan.
Dengan rekam jejak dan pendekatan kepemimpinan berbasis pelayanan, banyak pihak optimis bahwa Recky H.E. Sendouw adalah figur yang tepat untuk membawa Unima menuju era baru yang lebih gemilang.
Semua mata kini tertuju pada 23 Januari 2025, saat Unima akan memilih pemimpin baru yang diharapkan dapat mewujudkan potensi besar universitas ini. Akankah Recky H.E. Sendouw menjadi pilihan? Waktu yang akan menjawab.(ara)












