Polemik Dana MBG Rp223,5 Triliun, Seskab: Tidak Ada Program Pendidikan Dihentikan

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Jumat (27/2/2026) – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa narasi yang menyebut anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengambil dana pendidikan adalah keliru. Ia memastikan pengalokasian anggaran telah melalui mekanisme resmi dan kesepakatan bersama pemerintah serta DPR.

Menurut Teddy, program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Ia juga menepis anggapan bahwa program tersebut mengorbankan sektor pendidikan.

“Tidak ada program strategis pendidikan pada periode sebelumnya yang dihentikan. Semua tetap berjalan, bahkan ada yang ditambah oleh pemerintah Presiden Prabowo,” tegas Teddy.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, penganggaran MBG telah melalui pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR dan menjadi bagian dari proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara transparan.

PDIP: Dana MBG Rp223,5 Triliun dari Pos Pendidikan

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan pandangan berbeda. Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, menyebut anggaran MBG sebesar Rp223,5 triliun berasal dari alokasi anggaran pendidikan, bukan dari hasil efisiensi kementerian.

Esti menjelaskan, berdasarkan dokumen resmi dan lampiran RAPBN 2026, anggaran pendidikan ditetapkan sebesar Rp769 triliun. Menurutnya, publik perlu mendapatkan kejelasan mengenai struktur dan sumber pendanaan MBG agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

Pemerintah: Sudah Sesuai Mekanisme APBN

Menanggapi hal tersebut, Teddy kembali menegaskan bahwa seluruh proses penganggaran telah dibahas bersama DPR, termasuk melalui Banggar, sehingga tidak ada pengalihan sepihak dari sektor pendidikan.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dalam rangka memperkuat ketahanan gizi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi peserta didik.

Perdebatan mengenai sumber anggaran MBG ini pun masih menjadi sorotan publik, seiring pembahasan final RAPBN 2026 di parlemen.

Berita Terkait

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting Sejak Dini

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:29 WITA

Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:04 WITA

Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:43 WITA

Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa

Berita Terbaru