Suarautara.com,TOUNA– Pemilik akun Facebook Fery Tap akhirnya memberikan klarifikasi dan hak jawab tertulis terkait laporan polisi yang dilayangkan oleh Camat Ampana Tete, Wahid Rimpu, ke Polres Tojo Una-Una. Fery menilai ada kesalahpahaman atau disinformasi dalam menangkap pesan utuh dari tulisan yang diunggahnya di media sosial tersebut.
Fery menegaskan bahwa kalimat yang dipermasalahkan seharusnya dibaca secara utuh dari awal hingga akhir dan tidak dipotong setengah-setengah agar tidak menimbulkan salah tafsir.
“Jika dibaca secara runut dari awal hingga akhir, substansi postingan saya justru merupakan bentuk pujian dan apresiasi yang tinggi terhadap kapasitas Bapak Wahid Rimpu, namun disampaikan dengan gaya bahasa satire (sindiran) di bagian pembuka,” jelasnya, Selasa (09/06).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait struktur kalimat mengenai pernyataan tidak layak menjadi camat, Fery mengklarifikasi bahwa hal itu merupakan sebuah kiasan dan bukan untuk merendahkan.
“Maksud sesungguhnya adalah jabatan Camat saya rasa terlalu kecil untuk figur yang memiliki kapasitas besar seperti beliau,” ujar Fery.
Lebih lanjut, Fery juga meluruskan penggunaan frasa standar karbitan atau modal jilat yang sempat memicu persoalan. Ia menerangkan bahwa pernyataan tersebut merupakan kalimat pengandaian atau disclaimer.
“Arti logisnya adalah Wahid Rimpu baru dianggap tidak layak jika standar yang digunakan adalah standar karbitan. Namun kenyataannya, beliau naik karena prestasi. Dan saya tahu bagaimana beliau lobi anggaran untuk membangun gedung SKB dimana beliau saat itu menjabat pimpinan di kantor SKB,” tuturnya.
Pada bagian akhir tulisan, Fery secara jelas menuliskan bahwa Wahid Rimpu justru sangat layak dan sudah waktunya dipromosikan untuk menduduki kursi Kepala Dinas, salah satunya di Dinas Pariwisata. Ia menilai rekam jejak sang camat sangat visioner, teruji, dan memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Fery menyatakan sangat menghormati langkah hukum yang diambil oleh Camat Ampana Tete sebagai warga negara. Namun, dirinya berharap pihak pelapor maupun aparat penegak hukum dapat melihat unggahan tersebut secara objektif, menyeluruh, dan menggunakan pendekatan linguistik yang tepat.
“Tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan fitnah atau mencemarkan nama baik secara personal. Sebaliknya, postingan itu adalah aspirasi dan dukungan moril agar pimpinan daerah melihat potensi besar yang dimiliki Beliau agar bisa berkarir di tingkat yang lebih tinggi (eselon II),” tegas Fery di akhir hak jawab tertulisnya.
Pewarta:Agung
























