Isra Mi‘raj Nabi Muhammad dalam Perspektif Psikologi Islam Imam Al-Ghazali

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rastono Sumardi

Ketua Pergunu Kab. Banggai Sulawesi Tengah

Isra Mi‘raj tidak terjadi dalam ruang hampa emosi. Ia hadir tepat setelah ‘Aamul Huzn (Tahun Kesedihan), saat Rasulullah ﷺ kehilangan dua pilar pendukung utamanya: Khadijah ra. dan Abu Thalib. Dalam terminologi Al-Ghazali, Nabi sedang berada pada puncak ujian nafs al-lawwamah—sebuah kondisi di mana jiwa merasakan pedihnya kehilangan manusiawi, namun tetap teguh memegang tali ilahi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Al-Ghazali mengingatkan kita: “Kesedihan adalah tabiat manusia, namun ia menjadi cahaya apabila ia mampu menjadi wasilah (perantara) yang menghantarkan hamba kepada Khalik-nya.” Kesedihan Nabi bukanlah keputusasaan (depresi), melainkan proses pelembutan qalb. Ibarat tanah yang harus dibajak dan dibelah agar siap menerima benih makrifat, jiwa Nabi ﷺ dipersiapkan melalui luka duniawi untuk menerima anugerah ukhrawi.

Isra Mi‘raj sebagai Dialektika Tazkiyatun Nafs

Bagi Al-Ghazali, kebahagiaan sejati hanya bisa dicapai melalui tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Tahapan Isra Mi‘raj mencerminkan proses ini secara presisi:

  1. Isra (Transformasi Horizontal): Melambangkan takhalli, yakni pelepasan keterikatan dari belenggu duniawi. Perjalanan ke Masjidil Aqsa adalah simbol bahwa sebelum mendaki ke langit, manusia harus menuntaskan urusan buminya dengan kesucian niat.
  2. Mi‘raj (Pendakian Vertikal): Inilah simbol tahalli (menghiasi jiwa dengan sifat mulia) dan tajalli (penyingkapan tabir ilahi). Menurut Al-Ghazali, pendakian ini adalah gerak qalb yang melampaui batas-batas indrawi menuju mushahadah—penyaksian langsung akan keagungan Allah tanpa perantara hijab materi.

Qalb: Radar Menangkap Frekuensi Langit

Mengapa kaum Quraisy menolak, sementara Abu Bakar Ash-Shiddiq langsung membenarkan? Jawabannya ada pada kondisi qalb. Al-Ghazali menjelaskan bahwa qalb yang tertutup oleh debu hawa nafsu dan logika materialistik akan mengalami kebutaan spiritual.

  • Rasionalitas yang Terpenjara: Kaum Quraisy menggunakan akal materialistik yang terbatas.
  • Intuisi yang Merdeka: Abu Bakar menggunakan qalbun salim (hati yang selamat). Bagi Al-Ghazali, kebenaran metafisika hanya bisa ditangkap oleh radar hati yang hidup. Isra Mi‘raj membuktikan bahwa saat akal mencapai batasnya, hati baru saja memulai perjalanannya.

Mencapai Haqqul Yaqīn di Sidratul Muntaha

Dalam hierarki keyakinan Al-Ghazali, manusia bergerak dari ilmul yaqīn (tahu secara teori) ke ‘ainul yaqīn (tahu karena melihat bukti), hingga mencapai haqqul yaqīn (tahu karena mengalami). Mi‘raj membawa Rasulullah ﷺ pada level haqqul yaqīn yang absolut. Di Sidratul Muntaha, ruh manusia mencapai derajat nafs al-muthmainnah—jiwa yang telah tenang, yang tidak lagi bergetar oleh badai dunia karena telah merasakan langsung samudera ketenangan di hadirat-Nya.

Shalat: Terapi Psikologis dan Mi‘raj Harian Kita

Warisan terbesar Isra Mi‘raj bukanlah cerita tentang kendaraan Buraq, melainkan perintah shalat. Al-Ghazali menyebut shalat sebagai “Mi‘raj-nya orang beriman.” Secara psikologis, ini adalah mekanisme penyembuhan diri (self-healing) yang paling radikal:

  • Regulasi Emosi: Menjernihkan qalb dari residu kecemasan harian.
  • Kendali Ego: Menjinakkan dorongan destruktif nafs melalui sujud yang menghancurkan kesombongan.
  • Eksistensi Makna: Memastikan bahwa jiwa kita tetap terhubung dengan “Sumber Energi Utama,” sehingga tidak mengalami kekosongan eksistensial.

Penutup: Menjemput Mi‘raj di Tengah Krisis Modernitas

Dunia modern tengah dilanda pandemi kesehatan mental—kecemasan yang akut, kehampaan makna, dan depresi yang sunyi. Pendekatan Al-Ghazali mengingatkan kita bahwa krisis ini berakar dari qalb yang terputus dari akar langitnya. Manusia modern mencoba “naik” dengan prestasi material, namun jiwanya kian merosot ke dasar jurang kegelisahan.

Isra Mi‘raj adalah seruan abadi bagi setiap kita: Bahwa setinggi apa pun gedung yang kita bangun, atau sejauh mana pun teknologi membawa kita terbang, kita tetap akan merasa asing jika jiwa kita tidak pernah “berangkat” menuju Tuhan.

Mari kita bertanya pada diri sendiri: Sudahkah shalat kita hari ini menjadi jembatan Mi‘raj yang membebaskan kita dari penjara ego? Sudahkan kesedihan kita menjadi pintu masuk bagi cahaya-Nya? Karena pada akhirnya, ketenangan tidak ditemukan dalam pelarian dari dunia, melainkan dalam perjalanan batin menuju Sang Pemilik Semesta.

 

Berita Terkait

Gandeng DSLNG Kaban BPBD Banggai Rifai Mahiwa Terus Perkuat Ketangguhan Bencana di Desa Uso ​
UKW Banggai Berlanjut Hari Kedua Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Kedatangan Penguji Dewan Pers
Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Touna Salurkan KTP-el Warga Kasiala Lewat Camat Ulubongka
Gerebek Indekos di Luwuk Utara Anggota Satresnarkoba Polresta Banggai Bekuk Pengedar Sabu RP alias OM 27 Tahun.
Waspadai Perundungan di Sekolah Anggota Bhabinkamtibmas Edukasi Siswa SMA Katolik Santo Yosep Luwuk
Lahan Satu Hektare di Desa Tombang Ludes Terbakar Anggota Polsek Pagimana Duga Efek Cuaca Kering
62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan
Bawaslu Menyapa SMKN 2 Luwuk Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas Kritis dan Berintegritas

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 21:25 WITA

Gandeng DSLNG Kaban BPBD Banggai Rifai Mahiwa Terus Perkuat Ketangguhan Bencana di Desa Uso ​

Selasa, 8 September 2026 - 18:49 WITA

UKW Banggai Berlanjut Hari Kedua Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Kedatangan Penguji Dewan Pers

Selasa, 8 September 2026 - 06:20 WITA

Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Touna Salurkan KTP-el Warga Kasiala Lewat Camat Ulubongka

Selasa, 8 September 2026 - 00:08 WITA

Gerebek Indekos di Luwuk Utara Anggota Satresnarkoba Polresta Banggai Bekuk Pengedar Sabu RP alias OM 27 Tahun.

Selasa, 8 September 2026 - 00:00 WITA

Waspadai Perundungan di Sekolah Anggota Bhabinkamtibmas Edukasi Siswa SMA Katolik Santo Yosep Luwuk

Berita Terbaru

Kab Tojo Una Una

Sepekan, Satresnarkoba Polres Touna Ungkap 2 Kasus Dugaan Sabu

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:05 WITA