Cakndjojo: MEMOTRET TRANFORMASI SONGGORITI

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cakndjojo: MEMOTRET TRANFORMASI SONGGORITI

Oleh: Akaha Taufan Aminudin

Tulisan Cakndjojo yang berjudul “SONGGORITI” ini adalah sebuah catatan memori kolektif (memoar) yang sangat hangat dan kaya akan nilai sosiologis. Penulis berhasil memotret transformasi Songgoriti dari sebuah tempat bermain masa kecil yang lugu hingga menjadi kawasan wisata yang kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tulisan tersebut:

*1. Kekuatan Narasi Nostalgia*

Cakndjojo sangat piawai dalam membangun suasana. Deskripsi tentang tradisi “jalan-jalan subuh” di bulan Ramadhan tahun 1960-an dari Masjid An Nuur ke Songgoriti bukan sekadar cerita perjalanan, tapi gambaran kebahagiaan sederhana masa lalu.

* Detail Ikonik: Penggunaan properti seperti “bundelan sarung” untuk pukul-pukulan dan “papan laker” (skuter tradisional) memberikan tekstur sejarah yang kuat pada tulisan ini. Ini adalah elemen yang akan membuat pembaca angkatan tersebut merasa terwakili.

*2. Perspektif Geografis dan Sosial*

Penulis secara jeli membedakan Songgoriti dalam dua wajah:

* Sisi Komersial: Hotel, homestay, dan pemandian resmi.

* Sisi Kerakyatan: Pancuran air panas tersembunyi yang gratis, tempat para “bocil” mandi telanjang bulat. Bagian ini menarik karena menyentuh aspek kesehatan masyarakat zaman dulu, di mana air belerang menjadi solusi murah untuk penyakit kulit (gudig).

*3. Jembatan Waktu (Sejarah dan Modernitas)*

Tulisan ini berhasil menghubungkan tiga lapisan waktu:

* Masa Klasik (Abad 9-10 M): Penyebutan Candi Songgoriti, Mpu Sindok, dan Mpu Supo memberikan bobot historis bahwa Songgoriti bukan sekadar tempat wisata, melainkan “titik mula” peradaban di Batu.

* Masa Kecil Penulis (1960-an): Masa keemasan bermain tanpa beban.

* Masa Kini: Penulis tidak menutup mata pada realita modern, termasuk isu keamanan di Jalur Klemuk yang sempat viral. Ini menunjukkan bahwa penulis adalah pengamat yang kritis terhadap perkembangan kotanya.

*4. Gaya Bahasa dan Estetika*

Gaya bahasa yang digunakan adalah kromo madyo yang santai, khas Malangan/Baturan.

* Diksi Local Genius: Penggunaan istilah seperti gemberudug, ndrawasi, dan bubuk memberikan rasa otentik yang tidak bisa didapatkan dari tulisan bahasa Indonesia formal.

* Rima yang Mengalir: Penulis sering menggunakan rima akhir (seperti pada paragraf tentang jalur Klemuk: remuk, melenggang, penghalang), yang membuat tulisan ini terasa seperti “prosa liris” yang enak dibaca lantang.

*Catatan Tambahan*

Sedikit masukan, transisi antara cerita masa kecil yang ceria menuju cerita kecelakaan di Jalur Klemuk terasa agak tajam (kontras).

Namun, hal ini bisa dimaknai sebagai cara penulis menunjukkan bahwa “Songgoriti yang dulu tenang kini telah berubah menjadi kawasan yang sibuk dan penuh risiko.”

*Kesimpulan:*

Tulisan ini adalah dokumen penting bagi literasi lokal Kota Batu. Cakndjojo berhasil mengemas sejarah, trauma (wabah penyakit), kebahagiaan, dan kritik sosial ke dalam satu narasi yang renyah dan jujur.

Sabtu Wage 17 Januari 2026
Akaha Taufan Aminudin
*Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR*

Berita Terkait

HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim
Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat
Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 
Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 
Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Senin, 14 September 2026 - 12:17 WITA

Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WITA

Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Jumat, 11 September 2026 - 14:49 WITA

Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat

Berita Terbaru

Nasional

Ber-NU Tanpa Ber-PBNU, Begini Kata Gus Lilur 

Senin, 14 Sep 2026 - 08:26 WITA