SuaraUtara.com, Buol – Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, M.M., membuka pelatihan kerja di UPTD BLK Buol Hebat, Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Rabu (16/9/2026).
Dalam arahannya, Bupati meminta peserta serius mengikuti seluruh tahapan pelatihan hingga selesai dan memperoleh sertifikat kompetensi.
“Saya minta seluruh peserta fokus mengikuti pelatihan sampai selesai dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Jangan hanya mengikuti pelatihan, tetapi setelah itu keterampilannya harus benar-benar bisa digunakan,” tegas Risharyudi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga program pelatihan mulai dilaksanakan dalam kegiatan tersebut, yakni Teknik Menjahit Dasar, Pembuatan Keripik, dan Otomotif Sepeda Motor Injeksi.
Ketiganya merupakan bagian dari program Tailor Made Training (TMT) hasil kerja sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dengan Pemerintah Kabupaten Buol melalui UPTD BLK Buol Hebat.
Bupati menegaskan, pelatihan kerja tidak boleh berhenti pada proses pembelajaran maupun perolehan sertifikat. Keterampilan yang didapat harus bisa menjadi modal peserta untuk bekerja, membuka usaha, maupun meningkatkan pendapatan keluarga.
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan langkah lanjutan bagi peserta yang telah memiliki kompetensi, salah satunya melalui dukungan peralatan sesuai bidang keterampilan.
“Tugas pemerintah daerah selanjutnya adalah mencarikan formula bagaimana peserta yang sudah memiliki keterampilan ini bisa kita bantu dengan peralatan sesuai dengan skill yang mereka ikuti di BLK Buol Hebat,” ujarnya.
Program Teknik Menjahit Dasar diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan menjahit yang dapat dikembangkan menjadi usaha jasa maupun produksi pakaian.
Pelatihan Pembuatan Keripik memberikan keterampilan pengolahan bahan pangan menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi dipasarkan.
Sementara pelatihan Otomotif Sepeda Motor Injeksi diarahkan untuk menghasilkan tenaga terampil yang mampu memenuhi kebutuhan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan roda dua.
Program tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat melalui BBPVP Makassar. Dari sejumlah paket pelatihan TMT yang dialokasikan untuk Sulawesi Tengah, Kabupaten Buol memperoleh tiga paket pelatihan.
Utusan Khusus Bupati Buol Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jasri Butudoka, sebelumnya menjelaskan bahwa program tersebut diperoleh melalui upaya Pemkab Buol membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui audiensi dan presentasi program.
Keterbatasan kemampuan APBD dalam membiayai seluruh kebutuhan pelatihan menjadi salah satu alasan Pemkab Buol terus mencari dukungan program dari pemerintah pusat.
UPTD BLK Buol Hebat juga menyiapkan dua program pelatihan berikutnya yang dijadwalkan mulai 26 September 2026.
Pelatihan Digital Marketing akan membekali peserta dengan kemampuan memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk memasarkan produk maupun jasa.
Sedangkan pelatihan Mebel diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengolahan dan pembuatan produk berbahan kayu.
Dengan bertambahnya program pelatihan, BLK Buol Hebat diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi pekerjaan maupun usaha mandiri.
Pemkab Buol menempatkan peningkatan kompetensi sebagai bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya tenaga terampil dan wirausaha baru di daerah.***

























