SUARAUTARA.COM, OKU – Dugaan penyalahgunaan dan pemalsuan data dalam berkas pencalegan legislatif tahun 2024 akhirnya terungkap ke publik setelah tersembunyi selama dua tahun.
Berdasarkan penelusuran mendalam jurnalis suarautara.com, keganjalan krusial ditemukan pada dokumen yang ditandatangani oleh Sekretaris Partai Golkar, Aprili Maulidin, S.Kom. di mana nama calon yang tercantum ternyata tidak sesuai dengan data kependudukan resmi.
Ketidakcocokan mendasar ini sempat luput dari pengawasan selama dua tahun, hingga akhirnya terungkap dalam verifikasi ulang yang dilakukan tim jurnalis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat pihak media berupaya melakukan konfirmasi melalui pesan singkat, alih-alih memberikan penjelasan, pihak yang bersangkutan justru diduga berupaya menawar atau menyogok pemberitaan dengan menanyakan nominal secara tersirat.
Berikut kutipan percakapan yang diterima tim jurnalis pada Selasa (16/9):
“Bismillah. Assalamualaikum. Izin dek, KK nak laporan dulu dg ketuo terkait pemberitaan itu, sebab KK posisi lagi merebung ini, kiro-kiro berapo dek nominalnyo biar pck KK sounding kan dg beliau.” ujar pesan dari pihak Aprili Maulidin, S.Kom.
Saat jurnalis menanyakan maksud dari pertanyaan tersebut, pihak yang bersangkutan kembali membalas:
“Maaf dek tadi ketuo lsg nanyo dg KK brp, akuni lagi sakit jadi agak stress kl mikir yg tegang.”
Upaya ini memperkuat dugaan adanya kejanggalan yang ingin ditutup-tutupi. Permintaan untuk menetapkan “nominal” demi menunda atau membatalkan pemberitaan merupakan bentuk serius terhadap kebebasan pers dan transparansi publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Aprili Maulidin, S.Kom. belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pemalsuan data maupun upaya penawaran tersebut. suarautara.com menegaskan akan terus memantau dan mendalami kasus ini demi kebenaran publik, dan tidak akan menutup mata terhadap segala bentuk tekanan maupun upaya penyuapan.***

























