SPIP Buol Dievaluasi, Tiga PD Wajib dan Sektor Strategis Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraUtara.com, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Entri Meeting Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi, bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati. Senin, 7/9/2026.

Agenda tersebut menjadi tahapan awal dalam proses evaluasi penerapan SPIP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol.

Evaluasi kali ini menyasar sejumlah Perangkat Daerah (PD) yang memiliki peran strategis dalam pencapaian target pembangunan daerah. Fokus utama diarahkan pada sektor ketahanan pangan dan penanganan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, evaluasi juga melibatkan perangkat daerah wajib, yakni Inspektorat, Bappeda, dan BPKAD.

Entri meeting menjadi momentum penting untuk memetakan tingkat maturitas penerapan SPIP sekaligus melihat sejauh mana sistem pengendalian intern telah berjalan dalam mendukung tata kelola pemerintahan daerah.

Pemerintah Kabupaten Buol menargetkan hasil evaluasi dapat mendorong pencapaian SPIP Level 3 penuh atau level Terdefinisi.

“Semoga hasil evaluasi kali ini bisa menempatkan Kabupaten Buol pada level 3 penuh (Terdefinisi),” ujar perwakilan tim evaluator.

Target tersebut tidak sekadar menyangkut capaian administratif. Level maturitas SPIP juga menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, transparan, serta mampu mengelola risiko dalam pelaksanaan program pembangunan.

Pemilihan ketahanan pangan dan penanganan kemiskinan ekstrem sebagai fokus evaluasi dinilai strategis karena kedua sektor tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan capaian pembangunan daerah.

Melalui evaluasi terintegrasi, setiap perangkat daerah pengampu diharapkan mampu menunjukkan penerapan pengendalian intern dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program.

Sementara keterlibatan Inspektorat, Bappeda, dan BPKAD sebagai perangkat daerah wajib memperkuat keterpaduan antara fungsi pengawasan, perencanaan pembangunan, serta pengelolaan keuangan daerah.

Evaluasi ini sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai celah pengendalian yang masih perlu diperbaiki.

Dengan demikian, hasil evaluasi diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen, tetapi dapat menjadi dasar perbaikan nyata terhadap sistem kerja pemerintahan di Kabupaten Buol.***

Berita Terkait

HUT Buol ke-27, Warga Serbu Operasi Pasar Murah
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wabup Buol Soroti Disiplin ASN dan Karhutla
Menuju Ajang Pesparani Tingkat Provinsi, Wabup Buol Lepas Kontingen LP3D
BLK Buol Hebat Buka Batch 2 Pelatihan Barista dan Pembuatan Kue, Gratis untuk Masyarakat
Pembangunan Sekolah Rakyat di Buol Dimatangkan, Pemkab Fokus Pastikan Kesiapan Lahan
Inspektorat Buol Bantah Temuan BPK Rp70,7 Miliar: Angka Sebenarnya Rp2,66 Miliar
SISGITA Jadi Andalan 58 Daerah, Buol Ambil Bagian Perkuat Digitalisasi Pajak
Bupati Buol Hadir di Forum Pemda Berprestasi 2026, Ini Fokus yang Dibawa

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:49 WITA

HUT Buol ke-27, Warga Serbu Operasi Pasar Murah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Wabup Buol Soroti Disiplin ASN dan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 - 17:48 WITA

Menuju Ajang Pesparani Tingkat Provinsi, Wabup Buol Lepas Kontingen LP3D

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34 WITA

BLK Buol Hebat Buka Batch 2 Pelatihan Barista dan Pembuatan Kue, Gratis untuk Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 21:48 WITA

Pembangunan Sekolah Rakyat di Buol Dimatangkan, Pemkab Fokus Pastikan Kesiapan Lahan

Berita Terbaru