TOUNA, SUARAUTARA. COM – TO – Dalam rangka persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Tojo Una-Una Tahun 2026, perlu ditegaskan beberapa hal mendasar terkait kondisi organisasi saat ini.
Pertama, kepengurusan DPC HPI Tojo Una-Una periode sebelumnya secara faktual telah mengakhiri masa bakti kepengurusan, bahkan telah melewati batas waktu yang seharusnya. Hingga berakhirnya masa jabatan tersebut, tidak dilaksanakan laporan pertanggungjawaban organisasi, sehingga dengan kondisi tersebut kepengurusan lama patut dinilai demisioner secara organisasi.
Kedua, Ketua DPC HPI Tojo Una-Una secara resmi telah mengajukan surat pengunduran diri kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPI Provinsi Sulawesi Tengah, dengan alasan tidak dapat melaksanakan Musyawarah Daerah sebagaimana amanat organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan kondisi tersebut, saya selaku mantan Ketua DPC HPI Tojo Una-Una sekaligus mantan Sekretaris DPD HPI Provinsi Sulawesi Tengah, telah diberikan mandat untuk melaksanakan Musyawarah Daerah DPC HPI Tojo Una-Una Tahun 2026, serta dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana Musda.
Sebagai pelaksana mandat organisasi, saya bertanggung jawab penuh untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan Musyawarah Daerah hingga tuntas, termasuk melakukan konsolidasi kembali anggota HPI di Kabupaten Tojo Una-Una, serta memfasilitasi pemilihan Ketua dan kepengurusan DPC HPI Tojo Una-Una yang baru secara demokratis dan sesuai dengan AD/ART organisasi.
Pada Musyawarah Daerah HPI Tojo Una-Una Tahun 2026 ini, diangkat tema:
“Togean Eco Tourism: Tourist Guide Challenge”
Tema ini mengandung makna tantangan nyata bagi para pramuwisata dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan dampak lingkungan, keberlanjutan ekosistem, serta risiko pariwisata massal yang berpotensi merusak alam dan budaya lokal, khususnya di kawasan Kepulauan Togean.
Kami berharap dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas pariwisata, maupun masyarakat, agar pelaksanaan Musyawarah Daerah DPC HPI Tojo Una-Una Tahun 2026 dapat berlangsung dengan baik, bermartabat, dan menghasilkan kepengurusan yang solid serta berorientasi pada pariwisata berkelanjutan.(**)
























