TOJO UNA-UNA, Suarautara.com – Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH menegaskan bahwa dirinya telah melakukan berbagai upaya penghematan anggaran daerah, khususnya dalam operasional kepala daerah, termasuk penggunaan kendaraan dinas dan perjalanan dinas.
Hal tersebut disampaikan Ilham saat dihubungi Radar Sulteng, menanggapi keluhan masyarakat terkait ketersediaan ambulans di Puskesmas Dataran Bulan serta pengadaan kendaraan dinas jenis Hyundai yang dinilai sebagian warga sebagai mobil mewah.
Terkait ambulans, Ilham menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Daerah Tojo Una-Una telah menempatkan satu unit ambulans double gardan di Puskesmas Dataran Bulan. Namun pada saat kejadian yang dikeluhkan masyarakat, ambulans tersebut sedang digunakan untuk membawa pasien rujukan ke RSUD Ampana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi pada saat itu ambulans memang sedang kosong karena membawa pasien rujukan. Insya Allah, jika anggaran memungkinkan tahun ini, kami akan upayakan penambahan satu unit ambulans lagi di Puskesmas Dataran Bulan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” ujar Ilham.
Sementara itu, menanggapi sorotan publik terkait pengadaan mobil dinas Hyundai, Ilham menegaskan bahwa pemilihan kendaraan tersebut didasarkan pada pertimbangan efisiensi anggaran jangka panjang.
“Mobil Hyundai yang kami gunakan sudah menggunakan mesin hybrid, sehingga sangat menghemat penggunaan BBM. Memang harganya sedikit lebih mahal, tetapi kalau dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar BBM konvensional seperti Fortuner, biaya operasionalnya jauh lebih besar,” jelasnya.
Ia mencontohkan, perjalanan Ampana–Palu pulang-pergi menggunakan kendaraan BBM konvensional dapat menghabiskan anggaran hingga Rp2 juta sekali jalan. Sementara dengan kendaraan hybrid Hyundai, biaya BBM untuk rute yang sama hanya sekitar Rp500 ribu.
“Kalau mobilitas saya ke Palu bisa 10 kali dalam sebulan dan dihitung selama lima tahun, maka penghematan BBM bisa mencapai sekitar Rp600 juta,” tutur Ilham.
Lebih lanjut, Ilham menambahkan bahwa penghematan anggaran juga dilakukan dalam aspek lain. Saat berada di Palu, dirinya tidak lagi menginap di hotel, melainkan menyewa rumah dengan biaya Rp38 juta per tahun. Selain itu, saat melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, ia tidak membawa ajudan maupun staf.
“Dengan begitu, saya juga menghemat biaya perjalanan dinas,” tegasnya.
Bupati Touna juga menjelaskan bahwa padatnya aktivitas pemerintahan membuat waktu istirahatnya sangat terbatas. Bahkan, sering kali waktu istirahat hanya bisa dilakukan di dalam kendaraan saat perjalanan.
“Kadang saya bekerja dari pagi sampai sore, bahkan hingga tengah malam. Saat tiba di Palu langsung rapat, jadi tidak ada waktu istirahat. Karena itu, saya pikir tidak ada salahnya menggunakan kendaraan yang nyaman agar bisa beristirahat di mobil,” ujarnya.
Meski demikian, Ilham memastikan bahwa kendaraan dinas yang digunakan tetap sesuai dengan standar kendaraan bupati dan tidak melampaui ketentuan kapasitas mesin maksimal 3.200 cc sebagaimana diatur pemerintah.
Di akhir pernyataannya, Ilham mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan percaya bahwa dirinya bekerja sepenuh hati untuk kepentingan daerah.
“Yakinlah bahwa saya telah berupaya semaksimal mungkin bekerja dan berbuat untuk masyarakat Tojo Una-Una. Percayalah, saya tidak akan mengkhianati amanah yang telah rakyat berikan kepada saya dan Ibu Surya,” pungkasnya.[Agung]
























