Banjir Lumpur Di Huludebulahu: Aktivitas Peti Di Hutino Diduga Jadi Pemicu

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,POHUWATO– Banjir bercampur lumpur melanda kawasan Desa Huludebulahu, Kecamatan Marisa. Luapan air bermuatan lumpur kecokelatan tersebut merembes hingga ke pemukiman warga serta menggenangi area sekitar.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat arus lumpur mengalir cukup deras melintasi akses jalan dan area pemukiman.

Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat setempat. Sejumlah warga mengaitkan musibah ini dengan dugaan dampak dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah dataran tinggi Hutino, Kecamatan Marisa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan menduga bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu menjadi faktor penentu meluapnya material lumpur ke pemukiman mereka.

“Aliran air dan lumpur ini kami duga kuat bersumber dari lokasi aktivitas tambang di kawasan hulu Hutino. Kondisi pembukaan lahan di atas diduga membuat tanah tidak lagi mampu menampung resapan air secara maksimal, sehingga dampaknya mengalir ke pemukiman kami di bawah,” ungkap narasumber tersebut, Jumat (24/07/2026).

Sorotan terhadap Pengawasan Lingkungan dan Penegakan Hukum

Aktivitas penambangan ilegal di kawasan hulu disinyalir dilakukan tanpa melalui kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang memadai.

Terbukanya tutupan hutan serta perubahan struktur tanah akibat galian tambang diduga menjadi pemicu utama meningkatnya risiko erosi dan banjir lumpur saat debit air meningkat.

Warga menyuarakan kekecewaan mereka karena merasa keluhan terkait potensi ancaman lingkungan ini belum mendapatkan penanganan secara komprehensif dari pihak-pihak terkait. Masyarakat berharap ada langkah nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah untuk meninjau secara langsung kondisi di lapangan serta melakukan penertiban terhadap kegiatan tambang tak berizin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi mengenai penyebab pasti banjir lumpur tersebut serta upaya penanganan di lokasi kejadian. Masyarakat berharap penanganan mendalam segera dilakukan demi mencegah terjadinya luapan susulan di masa mendatang.

Red

 

Berita Terkait

Lahan Satu Hektare di Desa Tombang Ludes Terbakar Anggota Polsek Pagimana Duga Efek Cuaca Kering
Bawaslu Menyapa SMKN 2 Luwuk Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas Kritis dan Berintegritas
Buka Kuliah Umum Untika Bupati Amirudin Ingatkan Mahasiswa Waspada Risiko Gempa
Mencari Jarum di Padang Pasir Beratnya Hakim PN Luwuk Mengeksekusi Lahan Sengketa di Tengah Protes Kepentingan politik
Polda Sulteng Perkuat Pencegahan Karhutla Kapolda Terbitkan Maklumat Larangan Pembakaran Lahan
Anggota Polsek Nuhon Bekuk Tiga Pemuda Pelaku Pembobol Sarang Walet di 3 TKP
Polresta Banggai Fasilitasi Restorative Justice(RJ) Kasus Pencurian Motor Berakhir Damai
Potong Jalur Mendadak Pemotor Patah Tulang Ditabrak Mobil Pajero di Nambo

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:49 WITA

Lahan Satu Hektare di Desa Tombang Ludes Terbakar Anggota Polsek Pagimana Duga Efek Cuaca Kering

Senin, 7 September 2026 - 20:07 WITA

Bawaslu Menyapa SMKN 2 Luwuk Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas Kritis dan Berintegritas

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WITA

Buka Kuliah Umum Untika Bupati Amirudin Ingatkan Mahasiswa Waspada Risiko Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 02:30 WITA

Mencari Jarum di Padang Pasir Beratnya Hakim PN Luwuk Mengeksekusi Lahan Sengketa di Tengah Protes Kepentingan politik

Kamis, 3 September 2026 - 23:16 WITA

Polda Sulteng Perkuat Pencegahan Karhutla Kapolda Terbitkan Maklumat Larangan Pembakaran Lahan

Berita Terbaru

Kab Tojo Una Una

Sepekan, Satresnarkoba Polres Touna Ungkap 2 Kasus Dugaan Sabu

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:05 WITA