Suarautara.com,POHUWATO– Banjir bercampur lumpur melanda kawasan Desa Huludebulahu, Kecamatan Marisa. Luapan air bermuatan lumpur kecokelatan tersebut merembes hingga ke pemukiman warga serta menggenangi area sekitar.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat arus lumpur mengalir cukup deras melintasi akses jalan dan area pemukiman.
Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat setempat. Sejumlah warga mengaitkan musibah ini dengan dugaan dampak dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah dataran tinggi Hutino, Kecamatan Marisa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya demi alasan keamanan menduga bahwa kerusakan lingkungan di kawasan hulu menjadi faktor penentu meluapnya material lumpur ke pemukiman mereka.
“Aliran air dan lumpur ini kami duga kuat bersumber dari lokasi aktivitas tambang di kawasan hulu Hutino. Kondisi pembukaan lahan di atas diduga membuat tanah tidak lagi mampu menampung resapan air secara maksimal, sehingga dampaknya mengalir ke pemukiman kami di bawah,” ungkap narasumber tersebut, Jumat (24/07/2026).
Sorotan terhadap Pengawasan Lingkungan dan Penegakan Hukum
Aktivitas penambangan ilegal di kawasan hulu disinyalir dilakukan tanpa melalui kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang memadai.
Terbukanya tutupan hutan serta perubahan struktur tanah akibat galian tambang diduga menjadi pemicu utama meningkatnya risiko erosi dan banjir lumpur saat debit air meningkat.
Warga menyuarakan kekecewaan mereka karena merasa keluhan terkait potensi ancaman lingkungan ini belum mendapatkan penanganan secara komprehensif dari pihak-pihak terkait. Masyarakat berharap ada langkah nyata dari Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Daerah untuk meninjau secara langsung kondisi di lapangan serta melakukan penertiban terhadap kegiatan tambang tak berizin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atau klarifikasi mengenai penyebab pasti banjir lumpur tersebut serta upaya penanganan di lokasi kejadian. Masyarakat berharap penanganan mendalam segera dilakukan demi mencegah terjadinya luapan susulan di masa mendatang.
Red

























