SUARAUTARA.COM,Minahada,-Setelah cengkeh, nilam (Pogostemon cablin) memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan di Minahasa.
Tanaman ini dapat menjadi alternatif bagi petani karena permintaan minyak nilam yang stabil di pasar internasional, terutama untuk industri parfum, kosmetik, dan aromaterapi. Minahasa memiliki lahan yang cocok untuk budidaya nilam, dengan iklim tropis yang mendukung pertumbuhan tanaman ini.
Keuntungan lain dari usaha nilam adalah waktu panen yang lebih cepat dibandingkan cengkeh. Dalam 6–12 bulan, daun nilam sudah bisa dipanen dan diolah menjadi minyak atsiri. Jika dikelola dengan baik, usaha ini dapat memberikan pendapatan yang berkelanjutan bagi petani, dengan biaya produksi yang relatif rendah setelah penanaman awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peluang pasar yang luas dan proses pengolahan yang tidak terlalu rumit membuat usaha nilam berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru di Minahasa, terutama setelah dominasi cengkeh mulai berkurang. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, dukungan teknologi pengolahan dan akses pasar yang lebih baik sangat diperlukan.(ara)
























