Resensi Buku: “Mengikhlaskan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dengan Banyak Catatan”

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: AKAHA TAUFAN AMINUDIN

 

Identitas Buku

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Judul: Mengikhlaskan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dengan Banyak Catatan

Pengantar: Denny JA

Penyunting: Jonminofri Nazir

Penerbit: SATUPENA bekerja sama dengan Cerah Budaya International

Tahun Terbit: 2026

ISBN: 978-1-966391-78-4

 

*Sejarah yang Tak Pernah Benar-Benar Usai*

 

Buku ini hadir bukan sebagai kitab pembelaan terhadap Soeharto, juga bukan palu penghakiman terhadapnya. Ia lebih menyerupai ruang sidang batin bangsa Indonesia—tempat suara pujian, luka, nostalgia, kemarahan, dan kerinduan pada stabilitas bertemu dalam satu meja panjang bernama sejarah.

 

Melalui kumpulan esai, puisi, puisi esai, dan cerpen, buku ini mencoba menjawab pertanyaan yang sejak Reformasi belum pernah benar-benar selesai:

Layakkah Soeharto menjadi Pahlawan Nasional?

 

*Jawaban dalam buku ini tidak tunggal. Dan justru di situlah kekuatannya.*

 

*Buku yang Membiarkan Perbedaan Tetap Hidup*

 

Salah satu kelebihan utama buku ini adalah keberaniannya menghadirkan banyak perspektif tanpa dipaksa menjadi satu kesimpulan. Penulis yang pro dan kontra memperoleh ruang yang sama.

 

*Ada yang mengingat:*

 

jalan raya,

 

bendungan,

 

swasembada pangan,

 

stabilitas ekonomi,

 

dan pembangunan desa.

 

Namun ada pula yang mengingat:

 

penghilangan paksa,

 

pembungkaman kritik,

 

penjara politik,

 

Talangsari,

 

hingga luka Papua.

 

Dalam pengantar yang kuat dan reflektif, Denny JA menggunakan metafora dua perempuan: Dewi dan Ratih. Yang satu menabur bunga di depan patung Soeharto, yang lain menggenggam arang. Keduanya sama-sama jujur terhadap pengalaman hidupnya.

 

*Metafora itu menjadi jiwa seluruh buku ini.*

 

Tidak Sekadar Politik, tetapi Juga Sastra

 

*Buku ini menarik karena tidak hanya berbicara melalui bahasa akademik. Banyak tulisan justru memiliki kekuatan emosional melalui puisi dan puisi esai.*

 

*Salah satu karya yang mencuri perhatian ialah:*

 

“PAHLAWAN DI RUANG SUNYI: Menimbang Jejak Bayangan & Cahaya”

karya Akaha Taufan Aminudin

 

Puisi esai tersebut menghadirkan pergulatan batin antara jasa pembangunan dan luka sejarah secara puitik, sunyi, dan reflektif. Tidak menghakimi, tetapi juga tidak memutihkan.

 

Selain itu, hadir pula tulisan-tulisan penting dari:

 

*Berthold Damshäuser yang pernah dekat dengan Soeharto,*

 

*Isti Nugroho yang pernah dipenjara delapan tahun pada masa Orde Baru,*

 

hingga berbagai akademisi, penyair, wartawan, dan aktivis lintas generasi.

 

*Kekuatan Buku*

 

1. Berani Memelihara Kompleksitas

 

Buku ini tidak jatuh pada propaganda maupun demonisasi. Ia mengajak pembaca menerima bahwa sejarah manusia memang tidak sesederhana hitam-putih.

 

2. Kaya Genre dan Perspektif

 

Perpaduan esai politik dengan puisi dan cerpen membuat pembacaan terasa hidup dan tidak monoton.

 

3. Relevan dengan Situasi Indonesia Hari Ini

 

Di tengah menguatnya nostalgia Orde Baru di sebagian masyarakat, buku ini menjadi penting sebagai pengingat bahwa stabilitas dan pembangunan memiliki harga sosial-politik yang besar.

 

*Kekurangan Buku*

 

Karena memuat sangat banyak penulis, kualitas tulisan menjadi tidak selalu merata. Ada esai yang sangat kuat secara argumentatif, tetapi ada pula yang terasa terlalu emosional atau repetitif.

 

Selain itu, sebagian tulisan cenderung lebih berupa opini personal daripada kajian sejarah mendalam. Namun justru sisi personal itu pula yang memperlihatkan bagaimana sejarah bekerja dalam ingatan manusia.

 

*Penilaian Akhir*

 

Buku ini penting bukan karena berhasil menjawab apakah Soeharto layak menjadi pahlawan nasional atau tidak. Buku ini penting karena berani membuka ruang dialog di tengah bangsa yang sering ingin menyederhanakan sejarah.

 

*Ia mengingatkan bahwa:*

 

pembangunan tidak menghapus luka,

 

luka tidak otomatis menghapus jasa,

 

dan sejarah yang sehat adalah sejarah yang berani mendengar semua suara.

 

Pada akhirnya, Mengikhlaskan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dengan Banyak Catatan adalah buku tentang Indonesia sendiri: bangsa yang masih terus bernegosiasi dengan masa lalunya.

 

*Nilai: 8,5/10*

 

*Layak dibaca oleh:*

 

pegiat sejarah,

penikmat sastra,

mahasiswa,

aktivis,

 

dan siapa saja yang ingin memahami Indonesia secara lebih dewasa.

 

 

Kota Batu 19 Mei 2026

*Akaha Taufan Aminudin*

SATUPENA JAWA TIMUR

 

*BUKUKITA SATUPENA JAWA TIMUR* Akan mencetak terbatas Buku Fisik Judul: Mengikhlaskan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional dengan Banyak Catatan

Sebagai dokumen penting yang minat koleksi Buku Fisik di Cetak Hardcover pembatas pita silahkan hubungi 08123366563. (**)

Berita Terkait

Kapolsek Luwuk Sita 173 Botol Miras Berbagai Merek Dari MA Diamankan Kos kosan nya
Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih Aramco Akses Warga Obo Balingara Kini Lebih Mudah
Wakili Bupati Banggai Kadinsos Hariadi Bola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya
Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto Pimpin Apel Perdana Tekankan Inovasi Profesionalisme dan Pelayanan Humanis
Gerak Cepat Kadis Sosial Banggai Hariadi Bola Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya
Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Pantai Binotik Polsek Lamala Imbau Warga Waspada Cuaca Buruk
Berawal dari Informasi Warga Polisi Bongkar Sabu 3,46 Gram yang Disembunyikan di Toko Pakaian Luwuk

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:48 WITA

Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:55 WITA

Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih Aramco Akses Warga Obo Balingara Kini Lebih Mudah

Senin, 20 Juli 2026 - 21:57 WITA

Wakili Bupati Banggai Kadinsos Hariadi Bola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya

Senin, 20 Juli 2026 - 17:40 WITA

Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto Pimpin Apel Perdana Tekankan Inovasi Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WITA

Gerak Cepat Kadis Sosial Banggai Hariadi Bola Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Dua Rumah di Desa Beringin Jaya

Berita Terbaru

Daerah

Pupuk Phonska Melimpah di Bondowoso

Jumat, 24 Jul 2026 - 19:20 WITA