‎Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Negeri se-kabupaten Situbondo Gelar “MKKS  Cup 2026”, Undang Budayawan Lokal, Hosnatun Sebagai Juri Lomba Mendongeng Bahasa Madura 

Rabu, 20 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, SITUBONDO – Kelompok Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo gelar “MKKS Cup 2026″  yang diwarnai berbagai kegiatan lomba dengan para peserta siswa-siswi SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo, Selasa (19/5/2026) bertempat di SMPN 1 Situbondo.

‎Menurut Ketua MKKS SMP Negeri se-Situbondo, Sujatmiko menjelaskan, kegiatan MKKS Cup tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMP Negeri se-Kabupaten Situbondo.

‎”Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah melatih dan mengembangkan potensi siswa sesuai dengan minatnya. Sebagai langkah untuk mewadahi bakat dan minat siswa, MKKS SMP Negeri mengadakan berbagai kegiatan lomba dalam ajang MKKS Cup,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Sujatmiko juga menambahkan bahwa  lomba lomba – lomba tersebut terdiri dari lomba desain motif batik marongghi, lomba tartil, lomba tahfidz, lomba speech contest dan story telling bahasa Inggris, lomba egrang, lomba bolatik, serta lomba mendongeng berbahasa Madura tentang legenda atau cerita rakyat Kabupaten Situbondo.

‎”Kegiatan lomba ini sebagai bentuk pembinaan sejak dini kepada siswa-siswi. Berikutnya, memberikan ruang kepada siswa-siswi SMP Negeri untuk menunjukkan kemampuannya, baik di bidang akademik maupun non akademik. Peserta lomba MKKS Cup diikuti oleh siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP,” pungkas Sujatmiko kepada sejumlah awak media online.

‎Sementara itu, sang budayawan lokal, Hosnatun atau Cak Tutun salah satu juri lomba dongeng Bahasa Madura menjelaskan, bahwa pada event lomba tersebut ia memberikan penilaian bagaimana para peserta mampu bercerita menggunakan bahasa Madura yang baik, baku dan benar yang didalamnya terselup pesan- pesan moral serta nilai-nilai edukasi di dalamnya.

‎”Sebagai seorang juri, saya memiliki tanggung jawab untuk menilai. Secara umum kriteria penilaian yang dilakukan terbagi dalam tiga kategori, yang pertama adalah eksplorasi mimik atau ekspresi wajah peserta saat mendongeng, intonasi dan artikulasi, serta vokal atau suara ketika mendongeng,” jlentreh cai Tutun (**)

Berita Terkait

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari
Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Pentas Silaturahmi Musik Literasi Kota Batu Wisata Sastra Budaya 
62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan
Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi
Untuk yang ke Sekian Kalinya, Hosnatun Diundang Menjadi Juri Pada “Festival Musik Tong-tong” se-Madura
Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WITA

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Rabu, 9 September 2026 - 10:04 WITA

Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari

Rabu, 9 September 2026 - 08:28 WITA

Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Selasa, 8 September 2026 - 05:17 WITA

Pentas Silaturahmi Musik Literasi Kota Batu Wisata Sastra Budaya 

Senin, 7 September 2026 - 21:33 WITA

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan

Berita Terbaru