RESENSI BUKU: Memoar Gus Bed, Menyusuri Jejak Keluarga Kyai Temboro

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: AKAHA TAUFAN AMINUDIN

 

Karya: K.H. Ubaidillah Ahror

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penerbit: Temboro

Cetakan Pertama: Mei 2022

Tebal: 204 halaman

 

Buku Memoar Gus Bed merupakan catatan kenangan dan perjalanan hidup yang dituturkan oleh K.H. Ubaidillah Ahror atau yang akrab dikenal sebagai Gus Bed. Buku ini bukan sekadar autobiografi, melainkan rekaman sejarah kecil yang memperlihatkan denyut kehidupan keluarga besar kyai di Temboro, Magetan, Jawa Timur.

 

Melalui gaya bertutur yang sederhana, hangat, dan penuh penghormatan kepada orang tua serta guru-guru agama, pembaca diajak masuk ke ruang kehidupan pesantren yang tumbuh dari mushola kecil hingga menjadi pusat pendidikan Islam yang dikenal luas sampai mancanegara.

 

*Isi dan Kekuatan Buku*

 

Kekuatan utama buku ini terletak pada kesederhanaan tuturannya. Gus Bed tidak berusaha tampil sebagai tokoh besar, melainkan sebagai saksi hidup dari perjuangan keluarga dan masyarakat Temboro. Ia menghadirkan kisah tentang:

 

*Romo Kyai Mahmud*

Ibu Nyai Maslikhah

Kyai Uzairon

 

*Tradisi keluarga pesantren*

 

Perjuangan dakwah dan pendidikan agama

 

Perkembangan Pondok Al-Fatah Temboro

 

Narasi dalam buku ini terasa jujur dan membumi. Pembaca dapat merasakan bagaimana hubungan antara masyarakat dengan keluarga kyai dibangun melalui pengabdian, keteladanan, dan keikhlasan.

 

Selain itu, pengantar buku menjelaskan transformasi Desa Temboro dari sebuah kawasan biasa menjadi pusat pendidikan Islam besar yang dihormati banyak kalangan. Kisah tersebut menjadi nilai sejarah tersendiri.

 

*Nilai Spiritual dan Sosial*

 

Buku ini memiliki nuansa spiritual yang kuat tanpa terasa menggurui. Pembaca diajak memahami bahwa kebesaran sebuah pesantren lahir dari proses panjang, pengorbanan, dan kesinambungan perjuangan generasi sebelumnya.

 

*Memoar ini juga memperlihatkan pentingnya:*

 

menjaga tradisi ilmu,

 

menghormati orang tua dan guru,

 

merawat hubungan sosial,

 

serta menjaga amanah dakwah.

 

Di sisi lain, buku ini menjadi dokumentasi budaya pesantren yang penting bagi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya.

 

*Kelebihan Buku*

 

Bahasa ringan dan mudah dipahami

 

Sarat nilai religius dan keteladanan

 

Memuat sejarah lokal yang menarik

 

Memberikan gambaran kehidupan pesantren secara dekat

 

Cocok untuk pembaca umum maupun kalangan santri

 

*Kekurangan Buku*

 

Beberapa bagian terasa lebih berupa catatan kenangan personal sehingga alurnya tidak selalu runtut seperti buku sejarah akademik. Namun justru di situlah letak keaslian memoar ini: hangat, personal, dan apa adanya.

 

*Penutup*

 

Memoar Gus Bed adalah buku yang bukan hanya menyimpan kisah pribadi, tetapi juga memotret perjalanan sebuah keluarga ulama dan perkembangan masyarakat Temboro. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami kehidupan pesantren dari sudut pandang yang intim dan manusiawi.

 

Di tengah arus modernitas, memoar ini menjadi pengingat bahwa sejarah besar sering lahir dari ketekunan, kesederhanaan, dan pengabdian yang dilakukan secara istiqamah dari generasi ke generasi.

 

 

Kota Batu 18 Mei 2026

Akaha Taufan Aminudin

Koordinator Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara HP3N KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR. (**)

Berita Terkait

Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala
Camat Bambang Abdullah Sambut PT Agrinas Palma Nusantara Turun ke Toili Barat Selesaikan Konflik Lahan Sawit
Karier Febrie Ardiansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
Jangan Bohongi Presiden RI
Tarian Hosnatun yang Tak Pernah Berhenti di Tengah Gempuran Badai Tehnologi
Polres Banggai Jelaskan Alasan Wajah dan Nama Tersangka Kini Wajib Disamarkan Sesuai KUHP Baru
Polres Banggai Jelaskan Alasan Wajah dan Nama Tersangka Kini Wajib Disamarkan Sesuai KUHP Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WITA

Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WITA

Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:02 WITA

Karier Febrie Ardiansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat

Senin, 13 Juli 2026 - 04:49 WITA

Jangan Bohongi Presiden RI

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:28 WITA

Tarian Hosnatun yang Tak Pernah Berhenti di Tengah Gempuran Badai Tehnologi

Berita Terbaru