SUARAUTARA.COM,Minahasa– Penjabat Bupati Minahasa, Dr. Noudy R.P Tendean, S.IP, M.Si, berperan sebagai narasumber dalam Forum Diskusi Aktual Strategi Optimalisasi Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Tahap Kegiatan Prabencana Berbasis Partisipasi Publik.
Kegiatan tersebut berlangsung di Golden Boutique Hotel Jakarta dan diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.Rabu, (20/11/2024)
Acara ini dibuka dengan paparan dari Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, Kepala BSKDN, sebagai keynote speaker. Diskusi juga menghadirkan narasumber lain, di antaranya: Dra. Prasinta Dewi, MAP – Deputi Bidang Pencegahan BNPB RI, Jamjam Muzaki, S.Pd, M.Kp – Tenaga Ahli Sekretariat Nasional SPAB, Rahmawati Husein, MCP, Ph.D – Dewan Pakar MDMC, T.R. Fahsul Falah, S.Sos, M.Si – Pjs Wali Kota Dumai, Embai Suhaimi, SE – BPBD DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Dr. Noudy Tendean menyampaikan pentingnya partisipasi publik dalam tahap prabencana, dengan fokus pada penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Pengurangan risiko bencana harus dimulai dari akar, yakni masyarakat. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha sangat penting untuk memastikan keberlanjutan strategi ini,” ungkapnya.
Forum ini bertujuan merumuskan strategi optimal dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang berbasis pada kolaborasi publik.
Dalam diskusi tersebut, perhatian juga diarahkan pada perencanaan berbasis wilayah dan populasi yang relevan untuk mengurangi risiko bencana secara efektif.
Turut hadir mendampingi Dr. Noudy Tendean adalah Kepala BPBD Minahasa, Kepala BKPSDM Minahasa, dan Kabag Prokopim Kabupaten Minahasa. Kehadiran pejabat ini menunjukkan komitmen Minahasa untuk memperkuat sinergi dalam kebijakan dan implementasi penanggulangan bencana.
Forum ini menjadi langkah strategis bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang adaptif terhadap dinamika risiko bencana, dengan mengedepankan prinsip kolaborasi dan inovasi berbasis partisipasi publik.(ara)
























