SUARAUTARA.COM,Minahasa – Sistem irigasi sawah di Kelurahan Wouluan, Kecamatan Tondano Utara, mengalami kerusakan serius. Aliran air yang menjadi sumber utama pengairan sawah para petani di Kelurahan tersebut telah lama terganggu akibat tertutup lumpur dan ditumbuhi rumput liar.
Kondisi ini menyebabkan pasokan air tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga menghambat aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Menurut para petani, masalah ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan yang berarti dari pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka mengeluhkan kurangnya perhatian dan respons cepat dari pihak terkait untuk menangani permasalahan tersebut.
“Kami sangat tergantung pada irigasi ini untuk mengairi sawah kami. Namun, sudah berbulan-bulan kondisinya seperti ini, dan belum ada upaya perbaikan,” kata Finsen salah satu petani yang ditemui Suarautara.com,Jumat (19/11/2024)
Sementara itu, salah seorang warga lainnya Johny Tambunan mengatakan, bahwa untuk mendapatkan air, mereka harus bergantian, dengan sistem buka tutup pintu air.
Situasi ini berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian di Kelurahan Wouluan, di mana para petani kesulitan mengolah lahan mereka secara optimal.
“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir hasil panen akan semakin menurun,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan saluran irigasi dan mengembalikan fungsinya seperti semula.
“Kami hanya ingin pemerintah mendengarkan keluhan kami dan memberikan solusi konkret. Irigasi adalah nyawa bagi pertanian kami,” ungkapnya.
Para petani berharap agar persoalan ini menjadi perhatian prioritas demi keberlanjutan sektor pertanian di desa mereka.(ara)
























