OKU Timur – Sinergi antara Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU Timur dan DPD BKPRMI OKU Timur kembali diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh hati. Momentum peringatan Hari Guru Ngaji dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan kepada para ustadz dan ustadzah yang selama ini mengabdi dalam pembinaan generasi Qur’ani.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026, dipusatkan di Masjid Roudhotul Huda, Blok Banyumas 2, Desa Pelita Jaya. Puluhan guru ngaji hadir, bukan untuk mengajar seperti biasanya, melainkan menerima apresiasi atas dedikasi mereka yang kerap luput dari perhatian.
Sebanyak 50 paket sembako disalurkan sebagai bentuk tali kasih menjelang Hari Raya. Bantuan tersebut bukan sekadar bingkisan, tetapi menjadi simbol penghargaan atas peran besar para pengajar TK/TPA dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an serta membina karakter generasi muda di Bumi Sebiduk Sehaluan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para penerima manfaat berasal dari tujuh kecamatan, yakni Belitang Madang Raya, Belitang, Madang Suku I, Madang Suku II, Madang Suku III, Belitang Jaya, dan Belitang III. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata luasnya jangkauan pembinaan yang selama ini dilakukan para guru ngaji.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, Ketua DPD BKPRMI OKU Timur beserta jajaran, serta para penerima manfaat. Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, hingga para donatur.
Ketua DPD BKPRMI OKU Timur, Imam Sopingi, S.H.I., menegaskan bahwa bantuan yang diberikan memiliki makna lebih dari sekadar materi.
“Ini bukan hanya sembako, tetapi bentuk pengakuan atas peran strategis ustadz dan ustadzah dalam membentuk karakter generasi muda Islam. Semoga menjadi amal kebaikan yang penuh keberkahan,” ujarnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa hangat saat kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Canda, cerita, dan rasa syukur menyatu dalam kebersamaan yang mempererat tali silaturahmi.
Sementara itu, perwakilan Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur, H. Sigit Pramono, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
“Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi OKU Timur: Maju Lebih Mulia,” ungkapnya.
Peringatan Hari Guru Ngaji yang jatuh setiap 16 Maret merupakan bentuk penghormatan kepada KH. As’ad Humam, pencetus metode Iqro yang hingga kini menjadi rujukan utama dalam pembelajaran Al-Qur’an bagi pemula.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Belitang Madang Raya. Sebelumnya telah digelar di Zona Buay Madang pada 14 Maret 2026, dan akan berlanjut ke wilayah Semendawai Suku III serta Martapura.
Secara keseluruhan, sebanyak 149 paket bingkisan berhasil dihimpun dari berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, forkopimda, organisasi, perbankan, dan para donatur.
Di balik paket sederhana tersebut tersimpan makna mendalam: bahwa para guru ngaji tidak sendiri. Pengabdian mereka dihargai, dan dari tangan merekalah lahir generasi yang mencintai Al-Qur’an serta berakhlak mulia. Karena sejatinya, mereka bukan hanya mengajar membaca, tetapi juga membentuk masa depan.***
























