Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com SITUBONDO – Kisah perjuangan hidup seorang nelayan asal Kabupaten Situbondo berakhir dengan kabar menggembirakan. Setelah sempat dilaporkan hilang kontak selama dua hari saat melaut di Perairan Takat Mas, Kusnadi, nelayan asal Kampung Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat di Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Jumas (24/7/2026).

Sebelumnya, Satpolairud Polres Situbondo menerima laporan hilangnya Kusnadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Laporan tersebut disampaikan keluarga setelah korban tak kunjung kembali dari melaut.

Menindaklanjuti laporan itu, Satpolairud Polres Situbondo bersama TNI AL Pos Jangkar, Polsek Banyuputih, serta Kasi Trantib Kecamatan Banyuputih langsung berkoordinasi dan melakukan upaya pencarian di sekitar Perairan Takat Mas hingga wilayah timur Perairan Sapudi.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., menjelaskan, korban diketahui berangkat melaut seorang diri pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 04.30 WIB menggunakan perahu fiber bernama Raden Anum untuk memancing ikan di sekitar Perairan Takat Mas.

“Korban biasanya sudah kembali ke daratan paling lambat sekitar pukul 13.00 WIB. Namun hingga sore hari belum pulang sehingga keluarga dan para nelayan setempat mulai melakukan pencarian. Korban juga diketahui tidak pernah membawa alat komunikasi saat melaut sehingga menyulitkan proses pelacakan,” ujar AKP Gede.

Sejumlah nelayan Kampung Mimbo kemudian bergotong royong melakukan pencarian menggunakan empat perahu fiber, Namun hingga Kamis siang korban belum berhasil ditemukan.

Harapan akhirnya datang pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Satpolairud menerima informasi dari warga Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, bahwa seorang nelayan asal Situbondo ditemukan terdampar di pesisir Dusun Baru, Desa Banraas. Korban dipastikan adalah Kusnadi yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.

AKP Gede mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban, perahu yang digunakannya terbalik dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. Dalam kondisi tersebut, Kusnadi bertahan hidup dengan berpegangan pada tutup wadah ikan berbahan fiber berwarna kuning hingga akhirnya terbawa arus laut menuju Pulau Giliyang.

“Korban mampu bertahan selama kurang lebih dua hari mengapung di laut dengan memanfaatkan tutup wadah ikan sebagai alat apung setelah perahunya terbalik diterjang ombak. Ini menjadi bukti kuat semangat bertahan hidup yang luar biasa,” katanya.

Sesampainya di pesisir Pulau Giliyang, Kusnadi berjalan sendiri menuju rumah seorang warga bernama Risno. Oleh warga setempat, korban diberikan pakaian kering, makanan, minuman, serta tempat beristirahat sebelum kondisinya dilaporkan kepada aparat.

Hasil pemeriksaan awal menyatakan Kusnadi ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat. Meski demikian, proses pemulangan korban ke Situbondo belum dapat dilakukan secepatnya. Cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Madura membuat warga susah melakukan penyeberangan dari Pulau Giliyang menuju daratan Sumenep.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan aparat di Pulau Giliyang. Namun karena kondisi cuaca di perairan masih ekstrem, proses kepulangan korban sementara menunggu cuaca membaik demi keselamatan bersama,” jelas AKP Gede Sukarmadiyasa.

Kasat Polairud juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk memperhatikan prakiraan cuaca, menggunakan alat keselamatan, serta membawa alat komunikasi agar memudahkan proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan seluruh nelayan agar tidak memaksakan melaut saat cuaca buruk dan selalu melengkapi diri dengan alat komunikasi maupun perlengkapan keselamatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Satpolairud Polres Situbondo Kawal Arus Balik Ribuan Jamaah Haul Majemuk Ponpes Salafiyah Syafi’iyah
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Touna Masuk Tahap P-21, Tersangka Segera Diserahkan ke JPU
Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung
Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol
Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama
Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi
Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:09 WITA

Satpolairud Polres Situbondo Kawal Arus Balik Ribuan Jamaah Haul Majemuk Ponpes Salafiyah Syafi’iyah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Touna Masuk Tahap P-21, Tersangka Segera Diserahkan ke JPU

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:10 WITA

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi

Berita Terbaru