SUARAUTARA.COM,Minahasa – Sejumlah Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Minahasa menggelar protes atas pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang dilaksanakan pada November 2024 lalu.
Mereka mempertanyakan prosedur pelaksanaan yang dinilai tidak melibatkan sebagian pengurus sah serta melanggar kesepakatan internal.
Protes ini memaksa Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara merespons dengan menggelar rapat internal khusus di Kantor Wilayah Muhammadiyah Sulut, Sabtu (11/01/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua PWM Sulut, Drs. Masnur Mustamat, ME, didampingi Sekretaris Wilayah Ramli Makatungkang, Wakil Ketua Nasri Sakamole, dan Wakil Ketua Muhammad Imran.
Salah satu pengurus PDM Minahasa yang hadir, Novaldi Unonongo bersama pengurus lainnya menyampaikan, bahwa pelaksanaan Musda dianggap mendadak, serta mengabaikan hak pengurus lainnya.
“Kami merasa Musda dilakukan secara mendadak tanpa kesepakatan bersama, bahkan proses pemilihannya tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART Muhammadiyah,” ujar Novaldi.
Sebagai langkah lanjutan, PWM Sulut memutuskan untuk menggelar pertemuan lanjutan pada pekan depan, dengan agenda mempertemukan seluruh pengurus PDM Minahasa.
Rapat ini diharapkan dapat menjadi forum untuk menyelesaikan permasalahan secara tuntas dan menjaga keharmonisan organisasi.
Selain pimpinan PWM, rapat ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Hj. Syamsudin Dali, Hj. Abshori Abdillah Saleh, Hj. Rusli Pikoli, Ahmad Lahilote, Novaldy Unonongo, Ardiansyah Sengo, Laode Hamzal, Ketua Aisyiah Minahasa Ibu Sitty Daeng, Ketua Pemuda Muhammadiyah Minahasa Marlon Thalib, dan Afjan Gusasi.
PWM Sulut menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan ini dengan tetap menjunjung nilai-nilai musyawarah dan kebersamaan sesuai titah Muhammadiyah.(ara)
























