SUARAUTARA.com,Minahasa,– Pemerintah Kabupaten Minahasa terus berupaya mewujudkan komitmennya dalam mendukung program Kota Layak Anak (KLA).
Dalam rangka penilaian untuk kategori Nindya, Pemkab Minahasa telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, SE, M.Si, saat dikonfirmasi oleh Media Suarautara.com di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas KLA Tahun 2024 yang berlangsung pada Kamis (5/12/2024) di Yama Resort Tondano.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami telah mempersiapkan segala aspek yang diperlukan untuk penilaian KLA kategori Nindya. Berbagai program, fasilitas, dan kebijakan telah kami optimalkan untuk memastikan Minahasa memenuhi indikator penilaian sebagai Kota Layak Anak,” ujar Tumundo.
Dalam Rakor tersebut, Tumundo juga menjelaskan bahwa Pemkab Minahasa telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat, dunia usaha, dan akademisi, untuk memastikan semua kebutuhan anak terpenuhi.
Fokus utama saat ini adalah pada lima klaster penilaian KLA, yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan khusus anak.
“Kami berharap kunjungan Menteri nantinya dapat memberikan masukan dan motivasi tambahan agar Minahasa dapat meraih penghargaan KLA kategori Nindya pada tahun 2024,” tambahnya.
Sementara itu, Rakor Gugus Tugas KLA tahun 2024 dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk perwakilan dari instansi terkait, organisasi masyarakat, dan pemerhati anak.
Agenda Rakor mencakup evaluasi program yang telah berjalan, pembahasan strategi peningkatan indikator, serta koordinasi antar sektor untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Minahasa sebagai daerah ramah anak.
Pemkab Minahasa optimis bahwa upaya bersama ini akan membuahkan hasil yang positif, mengingat berbagai program unggulan telah dijalankan, seperti peningkatan pelayanan kesehatan anak, penyediaan fasilitas bermain yang layak, dan pemberdayaan forum anak.
Dengan berbagai persiapan ini, Minahasa diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang dapat menjadi contoh dalam implementasi KLA, khususnya untuk kategori Nindya.
Kunjungan Menteri KemenPPPA nantinya akan menjadi momentum penting untuk menilai dan memperkuat komitmen Minahasa dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak.(ara)
























