Ngopi Bersama, Bangsa Berkarya: Ruang Dialog Kebangsaan dari Kota Batu

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:  Taufan Aminudin

SATUPENA JAWA TIMUR, Batu, 23 Juni 2026 — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan “Ngopi Bersama, Bangsa Berkarya: Dialog Santai, Solusi Nyata” yang digelar di Cafe Sambung Roso, Kota Batu. Acara yang dipandu oleh Alex Yudawan dan Yani Andoko tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi tentang berbagai persoalan bangsa dan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur masyarakat dan organisasi, antara lain Forum Bela Negara (FBN) Jawa Timur, DPRD Kota Batu, Badan Kesbangpol Kota Batu, Inspektorat Kota Batu, SATUPENA Jawa Timur, LBH No Viral No Justice Cak Sholeh, Alumni IMAKOBA, Yayasan Ujung Aspal (YUA) Jawa Timur, serta Indonesiaku Hijau Lestari (IHL). Sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, pegiat sosial, dan pemerhati lingkungan turut hadir, menjadikan forum tersebut kaya akan gagasan dan pandangan.

Dengan slogan “Ngopi Bersama, Bangsa Berkarya, Dialog Santai, Solusi Nyata”, para peserta diajak untuk membangun optimisme, memperkuat semangat kebangsaan, serta merawat budaya dialog yang sehat di tengah berbagai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian peserta adalah pembacaan puisi oleh penyair Akaha Taufan Aminudin, Ketua SATUPENA Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Akaha membacakan tiga puisi kritik sosial dan kebangsaan berjudul “Negeri Korupsi Tanpa Basa-Basi”, “Kebangsaan Ini Milik Siapa?”, dan “Republik Gampang Tersinggung”.

Pembacaan puisi tersebut disambut antusias oleh peserta. Dengan gaya khasnya yang lugas dan kritis, Akaha mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat persatuan, keberanian menyuarakan kebenaran, serta membangun bangsa melalui budaya dan sastra.

Akaha Taufan Aminudin sendiri merupakan penerima Apresiasi Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 atas pengabdiannya selama lebih dari 40 tahun berkarya bersama Himpunan Penulis Pengarang dan Penyair Nusantara (HP3N). Kiprahnya dalam dunia sastra tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional. Pada tahun 1995, ia mendapat kesempatan membacakan puisi berjudul “Aku Terlipat Dalam Hati Tokyo” dalam Program Persahabatan Indonesia-Jepang di Jepang.

Kehadiran para tokoh penting dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa ruang dialog seperti ini masih sangat diperlukan. Perbedaan pandangan tidak harus melahirkan pertentangan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk mencari solusi bersama demi Indonesia yang lebih baik.

Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi yang kerap terjadi, secangkir kopi ternyata masih mampu menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat. Sebab, bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh gedung-gedung megah dan angka-angka ekonomi, melainkan juga oleh kebersamaan, dialog, dan keberanian merawat persaudaraan.

“Secangkir kopi boleh habis, tetapi gagasan dan persaudaraan yang lahir dari sebuah perjumpaan akan terus hidup bagi Indonesia.”

Batu, 24 Juni 2026
Akaha Taufan Aminudin
*Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara HP3N KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR*

Berita Terkait

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo di Sanggar Wahana Puspa Budaya asuhan Hosnatun, Begini Kata sang Dosen 
Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol
Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama
Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi
Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Dinsos Banggai Bergerak Cepat Hariadi Bola Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lamala
Kesenian Saronen “Sumber Bunga” Berupaya Melestarikan Warisan Kultur
Keindahan Kota Batu dalam Harmoni Lagu “Kutho Batu, Kutho Roso Deso”

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo di Sanggar Wahana Puspa Budaya asuhan Hosnatun, Begini Kata sang Dosen 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:26 WITA

Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam

Berita Terbaru