Mahasiswa Universitas Negeri Malang Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo di Sanggar Wahana Puspa Budaya asuhan Hosnatun, Begini Kata sang Dosen 

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com|Situbondo – Sanggar Wahana Puspa Budaya asuhan Hosnatun alias Cak Tutun pada siang yang panas terik itu kedatangan tamu dari Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat, (30/19/2026).

Dalam kunjungannya yang bertajuk “Reportoar Jawa Timur: Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo”, selama tiga hari itu dikomandoi oleh seorang dosen seni pertunjukan Universitas Negeri Malang (UM), Tri Wahyuningtias.

Kedatangan pihak universitas Negeri Malang yang terdiri dari seorang dosen dan 35 mahasiswa – mahasiswi  itu disambut hangat oleh Cak Tutun yang berbusana tradisional Situbondo.

Menurut Tri Wahyuningtias kepada sejumlah media online mengatakan bahwa, kedatangannya ke sanggar Wahana Puspa Budaya di Kabupaten Situbondo itu adalah juga dalam rangka studi pencantrikan bagi para mahasiswanya.

“Mahasiswa prodi atau program studi seni pertunjukan Universitas Negeri Malang ini adalah bagian dari studi seni pencantrikan pada mata kuliah reportoar Jawa Timur. Jadi, mereka dalam mata kuliah ini diharapkan bisa mengetahui dan mengenal seni tradisional yang berada di Jawa Timur. Dan dari rangkaian kegiatan ini, mereka dituntut untuk bisa menampilkan kembali dari potensi seni tradisi yang ada di Jawa Timur, nah dalam hal ini yakni seni pertunjukan yang ada di Situbondo. Dan hasil yang akan dicapai pada mata kuliah reportoar ini adalah pengetahuan, keterampilan serta penguasaan secara utuh terkait bagaimana mereka mampu menyerap tentang seni tradisi, mulai dari narasumber, seni budaya, paling tidak mereka harus mengenal secara teks dan konteks bagaimana mahasiswa ini secara tekstualnya mereka belajar tentang bentuk seni pertunjukan itu, mulai dari busana, gerak dan tarian,” papar wanita berkacamata alumni IKIP Surabaya tahun 1997 ini, Jumat, (30/10/2026).

Sementara itu menurut pengasuh sanggar Wahana Puspa Budaya, Hosnatun membenarkan bahwa, seni pertunjukan topeng Situbondo sudah dijadikan mata kuliah di beberapa universitas di Jawa Timur.

“Iya benar, mas. Tari topeng Situbondo sudah lama dijadikan mata kuliah di universitas se Jawa Timur termasuk di universitas Malang, ujar Cak Tutun.

Berita Terkait

Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol
Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama
Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi
Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Dinsos Banggai Bergerak Cepat Hariadi Bola Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lamala
Kesenian Saronen “Sumber Bunga” Berupaya Melestarikan Warisan Kultur
Keindahan Kota Batu dalam Harmoni Lagu “Kutho Batu, Kutho Roso Deso”
Dampak Kekeringan Dandim 1308/LB Cepi Kartiwa Buat Pembangunan Sumur Bor Untuk  Masyarakat di Desa Kayoa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Eksplorasi Estetika dan Nilai Budaya Topeng Situbondo di Sanggar Wahana Puspa Budaya asuhan Hosnatun, Begini Kata sang Dosen 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:26 WITA

Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam

Berita Terbaru