Kesenian Saronen “Sumber Bunga” Berupaya Melestarikan Warisan Kultur

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada awalnya kesenian Saronen dijadikan sebagai media menyampaikan dakwah . Metode ini diterapkan untuk lebih memudahkan masyarakat masuk agama Islam.

Dahulu kala dilaksanakan oleh cicit Sunan Kudus bernama kiyai Khotib untuk menyebarkan agama Islam.

Sementara itu, kesenian Saronen “Sumber Bunga” yanh berpangkalan di Desa Batu Ampar Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Jawa Timur berupaya melestarikan warisan kultur.

Sedangkan keberadaannya dikaitkan untuk mengiringi goyangan kuda kencak yang ditunggangi penganten ataupun acara ritual yang berkaitan dengan prosesi kehidupan manusia.

Menurut pimpinan kesenian Saronen Sumber Bunga, Edi Susiono bahwa sanggar keseniannya berdiri sejak tahun 2017 dan beranggotakan 20 orang.

Dikatakan pula, bahwa peralatannya terdiri dari saronen, kendang, gong, kenong, dan kerca-kerca (sepasang simbal kecil) dibeli sendiri melalui uang kas yang ada.

Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa kesenian Saronen biasanya diundang satu paket dengan kuda kencak dan 4 orang penari yang terdiri laki-laki dan perempuan bertujuan untuk menghidupkan suasana.

Kesenian Saronen Sumber Bunga menurut Edi sering diundang ke Situbondo,Jember, dan Banyuwangi untuk memeriahkan perkawinan, sunatan, dan karnaval. “Alhamdulillah kesenian Saronen Sumber Bunga sudah dikenal orang banyak berkat penampilannya yang unik”,cetus Edy.

Selanjutnya ia juga menuturkan, bahwa apa yang dilakukan Sumber Bunga selama ini merupakan suatu upaya untuk ikut berperan aktif melestarikan warisan kultur.

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Desa Batu Ampar, Hariantodi menuturkan bahwa kesenian Saronen Sumber Bunga seringkali identik dan tidak dapat dipisahkan dengan upacara ritual penting yang dilakukan oleh masyarakat luas. Sehingga menurutnya, seringkali aspek kesenian Saronen menjadi salah satu daya tarik utama.

Melalui Media ini Edy berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Instansi terkait berkenan memberikan bantuan peralatan gamelan dan pembinaan. “Sehingga nilai kesenian Saronen tidak pupus tetap terjaga kelestariannya”, damba Edy.

 

Reporter: SURYADI

Berita Terkait

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Dinsos Banggai Bergerak Cepat Hariadi Bola Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lamala
Keindahan Kota Batu dalam Harmoni Lagu “Kutho Batu, Kutho Roso Deso”
Dampak Kekeringan Dandim 1308/LB Cepi Kartiwa Buat Pembangunan Sumur Bor Untuk  Masyarakat di Desa Kayoa
Kasat Intelkam Usman Tutup Domino Kapolresta Banggai 2026 Pasangan Bangkep Kaban BNN  Baharudin Amka Sanusi Raih Juara I
Kapolsek Lamala Wayan Sukarman Hadiri Ritual Adat Perkuat Sinergi Polri Bersama Masyarakat dan Doa Keselamatan Bersama
Menyalakan Pelita di Senja Usia: Perjalanan Gemilang Mas Dwikaton Singoyudo, Seniman Multitalenta yang Meraih Juara 1 Nasional Menulis Puisi
Kadinsos Hariadi Bola Gerak Cepat Salurkan Bantuan Bupati Banggai Untuk Lansia Korban Kebakaran di Masama

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:23 WITA

Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:48 WITA

Dinsos Banggai Bergerak Cepat Hariadi Bola Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Lamala

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:22 WITA

Kesenian Saronen “Sumber Bunga” Berupaya Melestarikan Warisan Kultur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:32 WITA

Keindahan Kota Batu dalam Harmoni Lagu “Kutho Batu, Kutho Roso Deso”

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:18 WITA

Dampak Kekeringan Dandim 1308/LB Cepi Kartiwa Buat Pembangunan Sumur Bor Untuk  Masyarakat di Desa Kayoa

Berita Terbaru