Lebih dari 100 Titik Api di Buol, Bupati Tekankan Penanganan Tak Boleh Seremonial

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraUtara.com, Buol – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Buol masih tinggi. Lebih dari 100 titik api terdeteksi di sejumlah wilayah, namun baru 29 titik yang dilaporkan berhasil dipadamkan tim gabungan.

Data tersebut disampaikan Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Karhutla di Lapangan Desa Pomayagon, Kecamatan Momunu, Kamis (17/9/2026).

Bupati meminta penanganan karhutla tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Seluruh unsur diminta bergerak langsung ketika menemukan titik api.

“Kita tidak bisa hanya jadi penonton. Jangan hanya menonton api menyala. Kita harus bertindak menjadi pemadam,” tegas Risharyudi.

Ia meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat memperkuat kerja bersama untuk mencegah api meluas ke permukiman maupun lahan pertanian.

Masih adanya puluhan titik api yang belum tertangani menunjukkan penanganan di lapangan membutuhkan respons yang cepat dan dukungan sumber daya yang memadai.

Kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Selain itu, kesiapan personel, ketersediaan sumber air, armada serta peralatan pemadam juga perlu diperkuat.

Pemkab Buol mendorong pembaruan data titik api secara berkala agar perkembangan penanganan dapat dipantau dengan jelas.

Penguatan juga diarahkan hingga tingkat desa melalui tim tanggap darurat yang bertugas melakukan patroli, mendeteksi kemunculan asap atau api dan mempercepat pelaporan.

Pemerintah daerah mendorong desa dan masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam deteksi dini karhutla. Informasi dari warga dinilai penting agar titik api dapat segera ditindak sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Dalam simulasi di Pomayagon, Lapas Kelas III Leok turut ambil bagian sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Buol.

Dengan masih adanya titik api yang perlu ditangani, Pemkab Buol menekankan pentingnya kecepatan laporan, kesiapan personel dan peralatan, serta keterlibatan masyarakat di wilayah rawan.

Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan asap atau titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.***

Berita Terkait

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Buol Dorong Perubahan Birokrasi
Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung
Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal
Pemkab Buol Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Akses Pembiayaan Masyarakat Jadi Prioritas
Ketua PMI Buol Resmikan KEMBARA IV, Tekankan Jiwa Kepedulian dan Kepemimpinan Generasi Muda
Tower BAKTI Buka Akses Digital di Pelosok, Pemkab Buol Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Perkuat Kepastian Tata Ruang, Bupati Buol Dorong Percepatan RDTR di Empat Kecamatan
Pemadaman Bergilir Bukan Dampak Buol Terang, PLN Leok Ungkap Kendala Mesin Pembangkit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:24 WITA

Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Bupati Buol Dorong Perubahan Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:10 WITA

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:30 WITA

Resmi Dilantik, KORMI Buol Punya Misi Besar: Sehatkan Masyarakat dan Jaga Budaya Lokal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:56 WITA

Pemkab Buol Siap Tindaklanjuti Arahan Prabowo, Akses Pembiayaan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33 WITA

Ketua PMI Buol Resmikan KEMBARA IV, Tekankan Jiwa Kepedulian dan Kepemimpinan Generasi Muda

Berita Terbaru