Suarautara.com, Banggai – Kapolsek Toili, IPTU I Putu Pratama Yoga, bersama personel Polri, TNI dan tim pemadam PT Pertamina EP melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Perkebunan Lopon, Desa Dongin, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Rabu (16/9/2026).
Kebakaran diketahui setelah terpantau satu titik hotspot sekitar pukul 11.00 Wita di wilayah hukum Polsek Toili.
Setelah dilakukan pengecekan lapangan atau ground check, petugas menemukan titik api yang masih menyala dan merambat di kawasan perkebunan serta semak belukar.
IPTU I Putu Pratama Yoga bersama personel Polsek Toili dan Subsektor Toili Barat kemudian melakukan pemadaman dengan dukungan personel TNI dari Koramil 1308-14/LB serta Tim Damkar PT Pertamina EP.
Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat yang telah dilakukan pendataan petugas. Kondisi lahan berupa tanah mineral dengan vegetasi dominan semak belukar.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 0,25 hektare.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan mesin pemadam milik Tim Damkar Pertamina EP serta secara manual.
Setelah berjibaku memadamkan api, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan titik kebakaran. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.
Selain melakukan pemadaman, Kapolsek Toili juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu Karhutla.
Masyarakat juga diimbau menunda kegiatan pembakaran lahan atau ladang hingga kondisi cuaca memungkinkan dan risiko kebakaran dapat diminimalkan.
“Sinergi antara Polri, TNI, perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla, khususnya untuk memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lainnya,” terang IPTU Yoga.
Penanganan tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan sinergi lintas sektor dalam mencegah kebakaran meluas serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat.(AM’oks69).



















