Kejaksaan Negeri Touna Minta OPD dan Kepala Desa Optimalkan Program Jaga Desa

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kastel Kejari Touna Muh.Nuzul,

Kastel Kejari Touna Muh.Nuzul,

Suarautara.com, Touna – Program Jaga Desa merupakan salah satu inisiatif penting dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di daerah. Namun hingga saat ini, program tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun kepala desa di Kabupaten Tojo Una-Una.

Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una menilai, rendahnya pemanfaatan program Jaga Desa membuat proses pencegahan tindak pidana korupsi melalui pendekatan edukasi belum berjalan maksimal. Padahal, program ini dirancang sebagai sarana untuk memberikan pemahaman terkait pengelolaan keuangan negara agar lebih tertib dalam penyusunan maupun pelaksanaan anggaran pembangunan di tingkat OPD hingga pemerintah desa.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una, Muh. Nuzul, menjelaskan bahwa Jaga Desa seharusnya menjadi wadah penting bagi pimpinan OPD maupun kepala desa untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola keuangan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Seharusnya pemerintah daerah melalui para pimpinan OPD atau kepala-kepala desa memanfaatkan program Jaga Desa ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola anggaran, sehingga dapat menghindari terjadinya korupsi,” kata Nuzul.

Menurutnya, edukasi yang diberikan melalui program Jaga Desa dapat mencegah terjadinya praktik penyelewengan anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Lebih lanjut, Nuzul menekankan bahwa program ini jangan dipahami sebagai ancaman atau momok yang dapat menghambat kebijakan daerah hanya karena adanya kekhawatiran terhadap aspek hukum.

“Kami berharap pemerintah daerah tidak menjadikan program Jaga Desa sebagai momok yang menjerat langkah dan kebijakan OPD atau pemerintah desa. Namun justru harus dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan kapasitas pengetahuan dalam mengelola keuangan negara,” jelasnya.

Dengan pemahaman dan pengelolaan anggaran yang benar, ia berharap potensi terjadinya tindak pidana korupsi di wilayah Tojo Una-Una dapat dicegah sejak dari proses perencanaan hingga pelaksanaan anggaran.**/Agung]

Berita Terkait

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini
SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:09 WITA

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:29 WITA

Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:04 WITA

Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai

Berita Terbaru