HUT – RI Ke 80 Tampilkan Seni Kuda Lumping Bupati Amirudin Apresiasi Pada Warga Tirtasari Karena Lestarikan Budaya

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Bupati IrH.Amirudin.MM beramal KadisDKISP Lesmana.P.Kulap Berkan Apresiasi Pada Warga Tirtasari Lestarikan Budaya seni Kuda lumping.

Foto, Bupati IrH.Amirudin.MM beramal KadisDKISP Lesmana.P.Kulap Berkan Apresiasi Pada Warga Tirtasari Lestarikan Budaya seni Kuda lumping.

Banggai, Suarautara.com – Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO memberikan apresiasi kepada warga Desa Tirtasari, Kecamatan Toili, yang terus menjaga tradisi seni dan budaya leluhur melalui pertunjukan Gebyag Kuda Lumping dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar warga Dusun 3 Desa Tirtasari pada Rabu (20/8/2025) malam, dan dibuka langsung oleh Bupati Amirudin.

Ini adalah budaya kita yang harus terus kita pertahankan, karena merupakan kekayaan Bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apalagi diadakan pada momen 17 Agustus seperti ini, tentu semakin bermakna,” ujar Bupati Amirudin.

Menurut Bupati, kesenian tradisional Jawa yang dikenal di Toili ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana melestarikan warisan budaya.

Ia mengaku bangga karena pertunjukan tersebut diikuti tidak hanya orang tua, melainkan juga anak muda.

Saya senang karena ada anak muda yang bisa main gamelan. Artinya, tradisi ini sudah diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Amirudin berharap ke depan pertunjukan kuda lumping bisa dikembangkan dalam bentuk festival, baik di tingkat kecamatan maupun ditampilkan pada ajang bergengsi Festival Teluk Lalong.

Putra (18), salah satu warga Desa Tirtasari yang hadir, menyebut kesenian kuda lumping selalu menjadi hiburan masyarakat pada acara hajatan.

Ia berharap pemerintah dapat menyediakan wadah agar generasi muda lebih semangat melestarikannya. “Kalau ada wadahnya, kita pasti semangat,” ujarnya.

Malam pertunjukan tersebut menghadirkan penari dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, diiringi tabuhan gamelan, gendang, dan lantunan sinden.

Meski masih kental dengan nuansa mistis, sebagian penampil kini lebih menekankan nilai budaya dan koreografi.

Dengan semangat kemerdekaan, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa seni tradisi tetap hidup dan diwariskan lintas generasi di dataran Toili.
( AM’oks69 )

Berita Terkait

Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 
Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari
Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik
Gandeng DSLNG Kaban BPBD Banggai Rifai Mahiwa Terus Perkuat Ketangguhan Bencana di Desa Uso ​
UKW Banggai Berlanjut Hari Kedua Erupsi Anak Krakatau Sempat Ganggu Kedatangan Penguji Dewan Pers
Jemput Bola hingga Pelosok, Dukcapil Touna Salurkan KTP-el Warga Kasiala Lewat Camat Ulubongka

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:27 WITA

Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 

Rabu, 9 September 2026 - 19:27 WITA

Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WITA

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Rabu, 9 September 2026 - 10:04 WITA

Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari

Rabu, 9 September 2026 - 08:28 WITA

Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Berita Terbaru