SUARAUTA.COM, Bolmong – Dulu, setiap liburan sekolah, pasar malam selalu menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Entah hanya untuk jajan atau sekadar ingin mencoba wahana yang disediakan.

Keberadaan pasar malam yang tidak hanya identik dengan permainan anak-anak tetapi juga pedagang busana serta pernak pernik perhiasan dan penjual jajanan tradisional itu rupanya masih tetap digemari berbagai kalangan usia. Seperti pasar malam yang berlangsung di Lapangan olah raga desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan suarautara, pada Sabtu (09/4/2020) malam, pengunjung tumpah ruah memenuhi lokasi tersebut.
Pengelola pasar malam menyediakan sekurangnya 6 wahana bermain. Di antaranya kincir Tong Edan, Kincir Angin, Piring Terbang, kora-kora, komedi Putar, dan kuda kencana.
Diantara wahana tersebut, kincir angin, komidi putar kuda kencana dan Piring Terbang menjadi yang banyak dipilih pengunjung. Harga tiketnya dibanderol Rp 10.000 saja.
“Kita buka dari jam 5 sore sampai jam 11 malam,” ujar salah satu penjaga Pasar Malam.
Rencananya, pasar malam ini akan ada hingga akhir bulan Ramadhan. Selain itu, Ia menambahkan, pengelola akan menambah dua wahana lagi, tapi karna ketersediaan lahan lapangan yanv tak memadai, sehingga wahana lain tidak dipasang.
Siti Taibah Hassu Sangadi desa Bantik saat ditemui media ini mengatakan, sangat senang dan menyambut baik adanya pasar malam di lapangan olah raga desa. Dan selama pasar malam pada awal puasa, antusias warga kecamatan Poigar, Bolaang bersatu begitu tinggi dan ini merupakan hal baru bagi warga yang ingin menikmati wahana hiburaan bersama keluarga.
” Intinya, saya selaku Sangadi merespon baik dan mengapresiasi tim pasar malam, karena selain menghibur warga, desa pun mendapat pemasukan dari karcis retribusi yang digarap teman-teman pemuda desa, sehingga ini otomatis memberikan income terhadap pendapatan asli desa (PADes) nanti,” ucap Mama Mul sapaan Sangadi Bantik.
” memang pada awal main di lapangan Bantik ini rencananya pengelola pasar malam akan dipasang samapai 8 wahana permainan, tapi lokasinya tak memadau, “ ujarnya.
Sayangnya, tidak ada wahana tong setan di pasar malam ini. Menurut tong setan biasanya digelar pada momen-momen tertentu.
“Kalau lokasinya memadai dan luas dan kunjungan yang ramai seperti di Alun-alun itu biasanya ada,” ungkapnya.
Semakin malam, pasar ini justru makin disesaki pengunjung. Tidak hanya anak-anak, para remaja dan muda-mudi ikut menikmati wahana atau sekadar cuci mata sambil jalan-jalan bersama keluarga.
Di samping itu, ada muda-mudi yang sengaja membawa sang kekasih untuk menikmati suasana pasar malam tersebut.
Jajanan yang disediakan pun beragam, mulai bakso tahu, kembang gula, cilok, dan beraneka minuman. Sementara harga pakaian yang dijual relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu-Rp 50 ribu. Yuk, main ke pasar malam desa Bantik.! (Uchan)
























