Suarautara.com, Donggala – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala mencatat sebanyak 20 desa di enam kecamatan terdampak banjir akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (11/1/2026) pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Donggala, Mansyur, mengatakan desa-desa terdampak tersebar di Kecamatan Banawa, Banawa Tengah, Sindue, Rio Pakava, Labuan, dan Tanantovea.
Di Kecamatan Banawa, banjir melanda Kelurahan Ganti dan Maleni, sementara di Banawa Tengah terjadi di Desa Limboro. Di Kecamatan Labuan, banjir merendam Desa Labuan Kungguma, Toposo, Lumbubaka, dan Labuan Induk. Adapun di Kecamatan Rio Pakava, desa terdampak yakni Desa Rio Mukti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di Banawa itu ada Kelurahan Ganti dan Maleni. Kalau Banawa Tengah di Desa Limboro. Terus di Labuan ada Desa Labuan Kungguma, Toposo, Lumbubaka, dan Labuan Induk. Sedangkan di Rio Pakava itu ada Desa Rio Mukti,” ujar Mansyur saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).
Sementara itu, di Kecamatan Sindue, terdapat tujuh desa yang terdampak, yakni Desa Ape Maliko, Kaliburu, Enu, Tibo, Sumari, Kumbasa, dan Lero. Sedangkan di Kecamatan Tanantovea, banjir melanda Desa Wani Satu, Wani Dua, Wani Tiga, Wani Lumbupetigo, Wombo Induk, Wombo Kalonggo, dan Wombo Mpanau.
Berdasarkan laporan BPBD Donggala, banjir di sejumlah desa tergolong cukup parah hingga menghanyutkan beberapa unit rumah warga serta merusak jembatan penghubung antar desa.
“Di Desa Wani Satu, Wani Dua, Labuan Kungguma, dan Desa Ape Maliko terdapat sekitar 10 rumah warga yang rusak,” ungkap Mansyur.
Ia menambahkan, sejumlah jembatan desa mengalami kerusakan berat hingga ambruk, di antaranya jembatan penghubung Desa Wani Tiga ke Desa Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, serta Desa Kumbasa.
Menurutnya, tingginya intensitas hujan menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap, sehingga berdampak pada pondasi jembatan serta rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Selain merusak infrastruktur dan permukiman, banjir juga mengakibatkan dua wilayah terisolasi, yakni Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, dan Desa Labuan Lumbubaka. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Donggala mencatat jumlah pengungsi sementara sebanyak 11 kartu keluarga, sementara total warga terdampak hingga kini masih dalam proses pendataan.
Untuk penanganan darurat, BPBD Donggala telah menerjunkan alat berat guna membersihkan material sisa banjir. Selain itu, petugas juga melakukan asesmen lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan fasilitas umum, rumah warga, serta kebutuhan para pengungsi.
“Saat ini teman-teman BPBD masih melakukan asesmen kerusakan, baik fasilitas umum maupun rumah warga, serta pendataan pengungsi yang terdampak akibat banjir,” tutup Mansyur.***

























