Elfis Ganie Muncul sebagai Figur Kuat Ketua Presidium Persiapan Pemekaran Provinsi BMR

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, Jakarta — Wacana pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) kembali menguat setelah salah satu aktivis BMR, Rahmat Abo’ Mokoginta, secara terbuka mengusulkan DR (Hc) Drs. H. Elfis Harmyn Ganie, S.Sos., M.Si. sebagai Ketua Presidium Persiapan Pemekaran Provinsi BMR. Menurut Abo’, sosok Elfis memiliki integritas, kapasitas birokrasi, dan rekam jejak sosial yang kuat, ditambah akar sejarah keluarga yang memberi kontribusi besar bagi pembangunan Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Abo’ menekankan bahwa komitmen Elfis terhadap pemekaran BMR tidak muncul secara tiba-tiba. Dorongan itu lahir dari sejarah panjang keluarga Ganie dalam pembangunan kawasan timur Indonesia. Ayah beliau, almarhum Drs. H. Muhiba Ganie, MM, adalah tokoh nasional dan mantan Kepala Kanwil Departemen Nakertranskop RI pada awal 1970-an yang memainkan peran strategis dalam engembangan wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo melalui program transmigrasi etnik Jawa.

“Beliau adalah putra dari almarhum Bapak Muhiba Ganie, tokoh besar yang jasanya sangat dirasakan hingga hari ini. Program transmigrasi etnik Jawa yang digagas almarhum pada awal 1970-an menjadi fondasi ekonomi di banyak wilayah Bolaang Mongondow,” ujar Abo’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun 1978 keberhasilan program transmigrasi itu bahkan menjadikan Sulawesi Utara mencapai swasembada beras, jagung, dan kedelai, yang diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, di antaranya Menteri Transmigrasi Prof. Dr. Soebroto, Menteri Perhubungan Laksamana Rusmin Nuryadin, Menteri Pertanian Ir. Wardoyo, serta Kopkamtib Laksamana Sudomo. Keberhasilan tersebut mengangkat nama Sulawesi Utara secara nasional melalui kontribusi para petani transmigran dari Jawa dan Bali.

Program transmigrasi yang diprakarsai almarhum Muhiba Ganie mulai berjalan sejak 1972, dengan penempatan transmigran di kawasan Dumoga seperti Mopuya, Mopugad, dan Tumokang—kawasan yang kini tumbuh menjadi sentra ekonomi Bolaang Mongondow. Tak hanya di Bolmong, almarhum juga ikut mendorong penempatan transmigran etnik Jawa di Marisa, Wonosari, dan Isimu (Gorontalo), yang kelak dikenal sebagai Kampung Jawa, ketika wilayah itu masih berada dalam administrasi Provinsi Sulawesi Utara era Gubernur Mayjen TNI H.V. Worang (Alm).

Abo’ menilai bahwa warisan perjuangan almarhum menjadi fondasi moral yang kuat bagi Elfis untuk memimpin presidium pemekaran. Ditambah lagi pengalaman birokrasi, kompetensi akademik, serta kedekatan Elfis dengan dinamika sosial masyarakat BMR membuatnya dianggap memahami secara utuh tantangan pemekaran baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pemekaran BMR membutuhkan figur yang memiliki wawasan nasional, ketokohan, dan pemahaman historis terhadap pembangunan kawasan. DR (Hc) Elfis Harmyn Ganie memenuhi seluruh kriteria tersebut. Ia adalah putra almarhum M. Ganie, tokoh pembangunan yang kontribusinya tetap hidup hingga saat ini,” tegas Abo’.

Ia menambahkan bahwa stagnasi proses pemekaran selama ini terjadi karena lemahnya figur pemersatu di tingkat presidium. Kehadiran nama Elfis, menurutnya, dapat menjadi momentum baru yang memberikan arah, strategi, dan daya dorong yang kuat kepada pemerintah pusat.

“Kami membutuhkan pemimpin presidium yang visioner, berani, dan mampu menyatukan semua elemen masyarakat. Karena itu, kami mendorong DR (Hc) Elfis Harmyn Ganie S.Sos., M.Si. untuk berada di garis depan perjuangan pemekaran ini,” tutup Abo’ Mokoginta.

Dukungan terbuka ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat BMR semakin mendesak percepatan pembentukan provinsi baru tersebut. Kini publik menantikan respons para tokoh daerah, legislatif, dan pemerintah pusat atas dinamika terbaru perjuangan panjang menuju Provinsi Bolaang Mongondow Raya.[Anto]

Berita Terkait

Bupati Yusra Alhabsyi Luncurkan Gerai Koperasi Merah Putih di Bolaang Mongondow
Kasi Humas Polres Kotamobagu Tegaskan Personil Dilarang Livr Medsos Saat Dinas
Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm
Siaga 24 Jam Hadapi Karhutla, Kapolres Kotamobagu Turun Langsung Cek Kesiapan AWC
Kakorbinmas Baharkam Polri Pimpin Panen Raya Dan Penanaman Jagung Di Kotamobagu Wujudkan Swasembada Pangan 2026
Kapolres Kotamobagu Bangkitkan Primkopol Motabi, Wujudkan Kesejahteraan Personel
Kapolres Kotamobagu Resmikan Command Center, Era Baru Pelayanan Presisi Dimulai
Resmob Polres Kotamobagu Bergerak Cepat Menangkap Pelaku Penganiayaan Di Desa Lobong

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:15 WITA

Bupati Yusra Alhabsyi Luncurkan Gerai Koperasi Merah Putih di Bolaang Mongondow

Kamis, 30 April 2026 - 11:14 WITA

Kasi Humas Polres Kotamobagu Tegaskan Personil Dilarang Livr Medsos Saat Dinas

Rabu, 22 April 2026 - 17:24 WITA

Kapolres Kotamobagu Dukung Inovasi Pertanian ‘BISI Expo Farm

Selasa, 21 April 2026 - 18:18 WITA

Siaga 24 Jam Hadapi Karhutla, Kapolres Kotamobagu Turun Langsung Cek Kesiapan AWC

Jumat, 10 April 2026 - 22:17 WITA

Kakorbinmas Baharkam Polri Pimpin Panen Raya Dan Penanaman Jagung Di Kotamobagu Wujudkan Swasembada Pangan 2026

Berita Terbaru

Kab Tojo Una Una

Pemkab Tojo Una-Una Raih WTP ke-14 Kali Berturut-turut dari BPK RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:38 WITA