Buol, Suarautara.com – Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo menyampaikan apresiasinya kepada Civitas YBBM Buol atas inisiatif dan kerja kerasnya dalam mendukung pembangunan kapasitas masyarakat Buol melalui jalur pelatihan dan keterampilan.
Bupati juga menyebut, dalam menghadapi era transformasi digital dan globalisasi saat ini, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif, komunikatif, serta memiliki kapasitas teknis dan spiritual yang kuat.
“Di era digitalisasi seperti sekarang ini, yang dibutuhkan bukan hanya ijazah atau gelar, tetapi kapasitas dan kualitas diri yang benar-benar mumpuni, bisa bersaing dan bermanfaat di mana saja,” tegasnya saat memberikan kuliah umum di YBBM BUol bertempat di Kompleks Bambu Kuning, Jalan Bukit Zanzibar, Kelurahan Kali, Kecamatan Biau Senin (4/8).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada para peserta didik dan mahasiswa YBBM Buol, Bupati menyampaikan empat pesan kunci agar dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Keempat hal tersebut adalah Terus menambah kapasitas dan kemampuan diri, baik secara akademik maupun keterampilan praktis, menguasai bahasa, terutama bahasa asing, sebagai pintu masuk menghadapi dunia kerja dan peluang global, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, sebagai bentuk ikhtiar batin dalam meraih cita-cita, meminta restu dan ridho dari orang tua, yang menjadi sumber kekuatan dan keberkahan dalam setiap langkah hidup.
“InsyaAllah kalau empat hal ini kita pegang teguh, kalian semua bukan hanya bisa berhasil di Buol, tapi juga bisa bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” pesan Bupati.
Turut hadir mendampingi Bupati Buol dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Buol, Lani Irawati Saleh, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Buol, Darsyad, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Buol.
Ketua YBBM, Jefri H. Moonti dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Bupati Buol dan jajaran pemerintah daerah. Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi lembaganya, khususnya dalam pemenuhan tenaga pengajar berkualitas.
“Tenaga pengajar kami saat ini sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah, seperti dari Universitas Ichsan dan Universitas Negeri Gorontalo. Ini karena keterbatasan tenaga lokal yang sesuai kualifikasi. Namun kami optimis, seiring berjalannya waktu, akan muncul generasi pengajar dari Buol sendiri yang andal dan siap mengabdi,” pungkasnya.(Red)
























