Suarautara.com,BUOL – Sebanyak 48 mahasiswa Jurusan Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palu menggelar pembukaan Praktik Pengelolaan Krisis Kesehatan Pada Bencana Tahun 2026 di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun ketangguhan masyarakat serta tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi darurat.
Mengangkat tema “Bidan Tangguh di Era Krisis: Inovasi, Resiliensi, dan Pelayanan Kebidanan dalam Situasi Bencana dan Darurat Kesehatan”, agenda ini dirancang khusus untuk membekali calon bidan agar memiliki respons cepat dan tepat saat terjadi bencana alam maupun krisis kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Jurusan Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Palu, Siti Hadijah Batjo, S.ST., MPH, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah keselamatan kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui (nifas), bayi, dan balita.
“Dalam situasi darurat, ibu hamil dan bayi menjadi kelompok yang paling berisiko. Melalui praktik ini, kita mencetak bidan yang tidak hanya terampil dalam kondisi normal, tetapi juga memiliki resiliensi, inovasi, dan ketangguhan mental untuk memberikan pelayanan terbaik di tengah krisis,” ujar Siti Hadijah.
Sebagai wujud nyata, para mahasiswa menyelenggarakan edukasi dan simulasi Manajemen Krisis Kesehatan Pascabencana yang menyasar langsung kelompok rentan tersebut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Biau, Kahar Lamaka, S.Sos. Dalam sambutannya, Kahar memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas dipilihnya Kecamatan Biau sebagai lokasi praktik. Menurutnya, wilayah Kabupaten Buol memerlukan sinergi lintas sektor dalam mitigasi bencana, terutama di sektor kesehatan.
“Pengetahuan mengenai pengelolaan krisis kesehatan sangat krusial. Kehadiran akademisi dan mahasiswa Poltekkes ini diharapkan memberikan dampak edukasi langsung yang positif bagi masyarakat kami dalam menghadapi potensi kedaruratan,” kata Kahar.
Pembukaan acara berlangsung antusias dengan dihadiri oleh civitas akademika Poltekkes Kemenkes Palu, unsur pimpinan kecamatan, perwakilan TNI/Polri, serta tokoh masyarakat setempat.
(Red)






















