Banggai, Suarautara.com – Kolaborasi antarlembaga dan antarwilayah dalam upaya penanggulangan bencana di daerah perlu terus diperkuat.
Pesan ini disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai, Mujiono, saat membuka Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banggai, Jumat (15/8/2025), di objek wisata Sandakan, Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara.
Kegiatan ini menjadi momentum pembentukan Baznas Tanggap Bencana (BTB) 4, yang melibatkan Baznas dari empat kabupaten, yaitu Banggai, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Tojo Una-Una.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mujiono menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran aktif Baznas dalam penanggulangan bencana.
Selain memiliki peran utama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, Baznas juga punya peran strategis membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Mujiono.
Ia berharap kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah terus terjaga untuk menyelesaikan persoalan sosial dan kebencanaan di wilayah tersebut.
Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Hj. Dahlia Syuaib, menegaskan bahwa BTB merupakan bentuk nyata kepedulian Baznas dalam menghadapi persoalan kebencanaan.
Di saat lembaga lain terkendala aturan dan keterbatasan anggaran, Baznas lebih luwes dalam menyalurkan bantuan,” ungkapnya.
Ketua Baznas Banggai, Asri Abasa, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah pelatihan.
Baznas tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga terjun langsung di lapangan sebagai upaya tanggap bencana,” katanya.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Agustus 2025, ini diikuti 33 peserta dari empat kabupaten. Materi pelatihan mencakup manajemen penanggulangan bencana, koordinasi lintas lembaga, hingga praktik lapangan di lokasi simulasi. ( AM’ oks69 )






















