
Catatan Redaksi
Jakarta, Suarautara.com – Momen keakraban antara Menteri Sosial RI, Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, yang viral di media sosial, dinilai tidak sekadar simbol personal, tetapi mencerminkan ikatan historis dan ideologis yang kuat dalam keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor.
Dalam video pendek yang diunggah melalui akun resmi Bupati Yusra Alhabsyi, Mensos Gus Ipul tampak menyapa Yusra dengan hangat, menepuk pundaknya, sambil berkata, “Ini saudara saya.” Momen tersebut terjadi saat audiensi di Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta, dan langsung menjadi perhatian publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedekatan itu dinilai wajar mengingat rekam jejak keduanya. Gus Ipul dikenal sebagai mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, salah satu organisasi kepemudaan terbesar di lingkungan NU. Sementara itu, Yusra Alhabsyi juga merupakan mantan Ketua Wilayah (PW) GP Ansor Sulawesi Utara, sebelum menapaki karier politik dan pemerintahan.
Sejumlah warga Bolaang Mongondow menyampaikan apresiasi atas hubungan baik tersebut diberbagai laman media social dan mendapat banyak respon positif, meski ada juga Sebagian yang mencibir postingan tersebut. Mayoritas warga Bolmong menilai momen ini berpotensi membawa dampak positif bagi politik anggaran pembangunan dan program kesejahteraan sosial di daerah.
“Kami melihat kedekatan ini bukan hanya karena satu partai atau organisasi, tapi karena jaringan dan pengalaman yang kuat. Ini peluang besar bagi Bolmong untuk memperjuangkan anggaran bansos dan pembangunan,” ujar Ahmad Pangalima, warga Kecamatan Lolak.
Audiensi tersebut juga membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Langagon, Kecamatan Bolaang, sebuah program Kementerian Sosial RI yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow disebut telah menyiapkan dukungan lahan dan kesiapan administrasi, sementara Kementerian Sosial RI akan mengawal dukungan program dan pembiayaan dari APBN.
Dari sisi politik anggaran, kedekatan antara Bupati Bolmong dan Mensos RI dinilai dapat memperkuat posisi daerah dalam mengawal alokasi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta berbagai program pemberdayaan sosial lainnya.
Pengamat kebijakan publik menilai, hubungan yang dibangun di atas kesamaan nilai, jejaring organisasi, dan pengalaman kepemimpinan sering kali menjadi modal penting dalam mempercepat koordinasi lintas level pemerintahan, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Masyarakat berharap, sinergi NU–Ansor yang tercermin dalam pertemuan ini dapat diwujudkan secara nyata melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Langagon, peningkatan anggaran bansos, dan pemerataan pembangunan sosial di seluruh wilayah Bolaang Mongondow.[red]






















