Seminar Fiqih Kebudayaan Ungkap Jejak Majapahit di Patukangan Situbondo

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara. com, Situbondo – Perhelatan bergengsi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kabupaten Situbondo akhirnya digelar. Seminar dan Workshop Fiqih Kebudayaan bertema “Meningkatkan Kompetensi Guru Seni Budaya” ini diselenggarakan oleh LSBO (Lembaga Seni Budaya dan Olahraga) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Situbondo, Minggu (7/12/2025) di Gedung Graha Cendekia PGRI Situbondo.

Kegiatan tersebut mendapatkan perhatian khusus dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, birokrasi pemerintahan, Ketua DPRD, pemerhati budaya hingga insan pers.

Acara ini menjadi salah satu kegiatan mandiri yang fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) Situbondo, khususnya bagi pendidik, guru, dan akademisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harapannya, Situbondo mampu naik kelas dalam pengembangan kebudayaan maupun pendidikan walaupun dilakukan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seminar menghadirkan narasumber tingkat nasional, yakni Kyai Cepu dan Juri Nasional KEN Sumenep Hosnatun (atau yang akrab disapa Pak Tutun), sehingga menambah bobot kualitas kegiatan.

Sekitar 100 peserta mengikuti seminar dan mendapatkan pemahaman mengenai kaidah fiqih dalam kesenian dan kebudayaan. Para peserta juga dibuat takjub saat ditampilkan fragmen sendratari Topeng Beranyak Pesisiran yang mengisahkan perjalanan sejarah pada tahun 1359 M, ketika Raja Majapahit Hayam Wuruk bersama para raja dari Jawa, Bali, dan Madura melakukan kunjungan ke wilayah Patukangan (Situbondo).

Menurut Pak Tutun, Tari Topeng Beranyak Pesisiran merupakan jejak peradaban kejayaan Majapahit di Patukangan. “Kesenian ini adalah peninggalan sejarah yang terus kami lestarikan. Setelah lebih 40 tahun tenggelam, kami kembali menampilkannya pada kegiatan ini,” kata Pak Tutun, generasi kelima pelestari Topeng Beranyak Pesisiran.

(ANIES)

Berita Terkait

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari
Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan
Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik
Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim
Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:45 WITA

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari

Selasa, 15 September 2026 - 13:29 WITA

Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan

Selasa, 15 September 2026 - 12:55 WITA

Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik

Senin, 14 September 2026 - 20:15 WITA

Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Berita Terbaru

Daerah

SPPG Kembang Tegaskan Komitmen Penuhi Standar BGN

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:57 WITA