Buku Puisi: Melukis Pelangi di Bumi Banggai

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku Melukis Pelangi di Bumi Banggai merupakan antologi puisi yang lahir dari hati para guru, penulis lokal, dan pegiat literasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Diterbitkan oleh Satupena Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai (2025), karya ini menjadi wadah ekspresi dan refleksi atas kehidupan, alam, budaya, serta perjuangan kemanusiaan di Tanah Banggai.
Kata pengantar dalam buku ini ditulis oleh Ketua Umum Satupena, Bapak Denny JA, dan Penulis Tamu, Bapak Hamri Manoppo.

Puisi-puisi di dalamnya menyajikan enam tema besar:

  1. Alam dan lingkungan, seperti “Air”, “Hutan, Mahkota Bumi yang Terlupakan”, dan “Paisupok, Cermin Surgawi”, yang mengingatkan manusia akan tanggung jawab menjaga bumi.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  2. Pendidikan dan perjuangan guru, terutama dalam puisi “Nasib Guru Honorer”, yang menggambarkan pengabdian tulus para pendidik di pelosok negeri.

  3. Budaya dan kearifan lokal, yang terekam dalam “Onyop”, “Umapos”, dan “Maleo, Simfoni Alam dan Adat Banggai”.

  4. Cinta keluarga dan kemanusiaan, seperti “Ridho Ibu, Lentera Masa Depan” dan “Rindu untuk Ayah di Surga”.

  5. Religiusitas dan spiritualitas, yang menyentuh sisi batin pembaca melalui doa dan refleksi keimanan.

  6. Cinta tanah air dan identitas bangsa, dalam karya seperti “Doa untukmu, Banggai” dan “Pelita Merah Putih”.

Setiap bait dalam buku ini adalah kilasan jiwa dan doa untuk tanah Banggai — tentang alam yang perlu dijaga, pendidikan yang mesti diperjuangkan, dan kasih sayang yang tak lekang oleh waktu.
Seperti judulnya, Melukis Pelangi di Bumi Banggai menghadirkan warna-warni kehidupan: ada rindu, luka, cinta, dan harapan yang berpadu menjadi satu lengkung cahaya — simbol semangat dan ketulusan insan Banggai dalam menjaga warisan budaya serta masa depan bangsanya.

 

Baca selengkapnya dibawah ini :

Unduh buku digitalnya

Berita Terkait

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini
SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas
RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda
Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai
Buka Diklat Koperasi Merah Putih Bupati Amirudin Dorong Digitalisasi dan Penguatan Ekonomi Desa
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:09 WITA

Lepas 60 Siswa TK Adhyaksa XL Kadisdikbud Syafrudin dan Kajari Akbar Tekankan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:12 WITA

SMP Negeri Mirqan Luwuk Selatan Resmi Hadir Usung Konsep Smart School untuk Wujudkan Banggai Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:45 WITA

RUPS PT Banggai Energi Utama Setujui Dividen Tahun Buku 2025 Perkuat Tata Kelola Perusda

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:29 WITA

Inovasi Pelayanan Publik Tegas Bupati Amirudin Harus Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:04 WITA

Saat Pimpin Rapat Persiapan GTRA 2026 Bupati Amirudin Tegaskan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Banggai

Berita Terbaru