SUARAUTARA.COM, Buol – Puskesmas yang seharusnya menjadi pusat pelayanan bagi seluruh masyarakat di desa kini menjadi sorotas warga setempat.
Selain dinilai pandang bulu dan terkesan cuek dengan kondisi pasien, kinerja dari para medis dan kepala Puskesmas dan staf medis perlu dievaluasi kinerjanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti yang terjadi di Puskesmas Karamat, kecamatan Karaman, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) dimana adanya laporan warga korban Lakalantas terkait lambatnya penanganan medis oleh perawat yang bertugas piket malam pada kamis, 28 Juni 2023 sekitar pukul 19,30,Wita.
Kepada awak media, keluarga korban menyampaikan apa yang mereka rasakan atas kelalaian dari pihak PKM Karamat, sehingga keluarga pasien, meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol untuk membina dan memberikan teguran sehingga lebih meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan yang ada di Puskesmas itu.

Dengan seringnya terjadi keterlambatan penanganan medis oleh pihak terkait dari Puskesmas Karamat sehingga pasien harus menunggu selama kurang lebih satu jam lamanya, keluarga dari pihak korban merasa pelayanan yang ada di Puskesmas Karamat tidak efektif dan sangat buruk.
Upaya konfirmasi langsung kepada keluarga korban kecelakaan dimana keluarga korban merasa sangat kecewa dengan tingkat pelayanan Puskesmas Karamat, sehingga awak media mengkonfirmasi kepada security yang sedang tugas/piket untuk meminta menghubungi perawat dan dokter atau Kepala Puskesmas Kecamatan Karamat dengan keterlambatan penanganan medis terhadap pasien, security tersebut menyampaikan ke awak media bahwa perawat atau dokter sementara di luar, upaya security untuk melakukan komunikasi langsung kepada keluarga pasien agar bisa tenang, ungkap security saya masih komunikasi dengan Kepala Puskesmas agar secepatnya menghubungi Perawat atau Dokter, tambah security.
Alhasil komunikasi security, perawat bernama Suparman, A.Md.Kep. setibanya langsung melakukan penanganan terhadap korban kecelakaan.
Sayangnya upaya konfirmasi kepada kepala PKM dan Kadis Kesehatan Buol belum berhasil setelah berita ini dipublis. (**/red)






















