SIGI, SUARAUTARA – Bupati Sigi, Moh Irwan, S.Sos, M.Si membuka resmi Pendidikan Pelatihan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) II dan Kursus Kepelatihan (Suspelat) I Pengurus Wilayah (PW) melalui Satkorcab Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sigi, di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Kabeloa Alkhairaat, Desa Balaroa Pewunu, Kecamatan Dolo Barat, Rabu (22/2/2023), sekitar pukul 16.00 WITA.

Menerikya, Wakil Rektor 2 UIN Datokarama Palu Dr. H. Kamaruddin, M.Ag, ikut serta sebagai anggota kehormatan Banser Sulteng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Bupati Moh Irwan menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan SUSBALAN dan SUSPELAT, yang menurutnya sangat penting dan bermanfaat bagi generasi muda. Moh Irwan berpesan, agar GP Ansor dan Banser tetap menjadi garda terdepan dalam membela agama dan negara.

“Membela agama dalam pengertian mengawal agama, supaya tidak dipahami secara salah, dan membela negara demi menjaga keutuhan bangsa dan negara dari berbagai macam ancaman yang dapat menggoyahkan keutuhan Negara,” tutur Moh Irwan.
Ia juga berharap, seluruh peserta SUSBALAN dan SUSPELAT dapat benar-benar mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh tangung jawab, yang nantinya sifat-sifat dasar kepemimpinan benar-benar dimiliki oleh setiap peserta dan tidak hanya menjadi sebuah seremonial semata.
Ketua Panitia Diklat Susbalan dan Suspelat Rudianto Sudarman disele-sela kegiatan mengatakan kegiatan ini akan berlangsung 5 hari full dan pesertanya tidak hanya dari kabupaten Sigi saja.
” peserta Susbalan tidak hanya dari Sigi, ada yang berasal dari beberapa pimpinan cabang di Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Bahkan ada yang berasal provinsi lain,” jelas Rudianto Sudarman, kepada suarautara.com, Rabu (23/2/2023).
Rudianto menyebutkan Selama di Sigi latihan, puluhan calon perwira Banser tersebut digembleng oleh instruktur dari Sarkornas, dan pelatih dari Danrem 132 Tadulako materi Bela Negara dan dari BINDA Sulteng materi Managemen Intelegen, Rektor UIN Palu manajemen organisasi, Terorisme dari BNPT serta materi Ke-NU-an dari ketua PWNU Sulteng, Prof Dr H. Lukman S.Thahir, MA.
Kasatkorwil Banser Sulteng, Zulkifli Lamasana, SH, berharap Pasca mengikuti Susbalan, pasukan elit NU ini diharapkan menjadi kader militan yang matang dari segi fisik, pengetahuan, dan mental.
“Semoga dari hasil Susbalan ini bisa mencetak perwira-perwira banser yang tangguh, berkarakter dan selalu siap membentengi para kyai kita, NKRI, ediologi Aswaja dan bisa memberikan manfaat di Pimpinan Cabang atau Pimpina Anak Cabang masing-masing,” sambung ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sulteng, Moh Riski Lembah, SH.
Ditempat yang sama, Wasekjen PP Ansor, Alamsyah Palenga menuturkan, Susbalan bukan agenda rutin semata di organisasi Ansor. Melainkan, sebuah kawah candradimuka untuk memompa atau meningkatkan militansi kader.
“Bukan agenda rutin saja, Susbalan ini merupakan gelombang kaderisasi wajib sebagai penyemangat miltansi kader,” ucapnya dengan tegas.
Pihaknya berpesan, sebagai kader Banser maupun Ansor, dilarang meminta jabatan apapun di setiap tingkatan kepengurusan. Namun, harus siap ditempatkan di manapun.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Wasekjen PP Ansor Alamsyah Palenga, ST, M,Eng, Ketua PW GP Ansor Sulawesi Tengah, Riski Lembah, SH, bersama jajaran pengurus, Ketua GP Ansor Kabupaten Sigi, Wakil Rektor 2 UIN Datokarama Palu Dr. H. Kamaruddin, M.Ag, yang juga peserta Banser, Satkornas Banser Salman, S.Pd dan Abbas, BIN Sigi, peserta SUSBALAN dan SUSPELAT. (Rudi/ can)

























