KABUPATEN, BUOL – Anggota DPRD Kabupaten Buol, Politikus muda dan sederhana dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kabupaten Buol Abdiwijaya Koni, S. IP, jebolan dapil 2 itu mengajak para petani dan nelayan untuk memilih Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu 2024 yang berkaitan dengan nasib para petani dan nelayan dimasa mendatang.

Abo sapaan akrabnya menilai, hal ini perlu dilakukan agar aspirasi para kaum petani dan nelayan dapat terwujud melalui DPRD. demikian disampaikannya saat media ini berkunjung di kantornya, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin mengajak masyarakat Pilihlah Caleg dari partai mana pun tidak apa-apa. Yang penting lihat latar belakang Caleg itu, dan jangan gara-gara uang suara petani dan nelayan bisa dibeli, saya ingin para wakil rakyat yang akan datang bisa benar-benar menyerap aspirasi masyarakat Buol khususnya,” ujar Abo.
Abdiwijaya ini Muda dalam usia, matang berkarir dalam politiknya, apa bila nanti terpilih maka ingin memperjuangkan nasib petani, karena sekarang ini wakil rakyat belum bisa sepenuhnya mendengarkan apa yang di inginkan oleh masyarakat kecil, jadi kedepannya harus masyarat ini lebih dewasa dalam pola pikirnya dalam memilih wakil rakyatnya.
“Selama ini sistem politik hanya menguntungkan Caleg berduit, sedangkan Caleg yang sungguh-sungguh ingin memperjuangkan Nasib masyarakat kecil menjadi sulit karena minimnya dana operasional caleg, dan Masyarakat sekarang terkontaminasi dengan kebijakan pragmatis, jadi bisa saja pilih pilihan yang diinginkan (wani Piro), ini sangat menyulitkan para caleg yang ingin serius mengabdikan diri kepada Masyarakat, otomatis jika operasional Pencalonan Caleg besar kompilasi diterima pasti para anggota dewan sibuk dengan harus memulangkan modal pencalonan realitanya ini, dan demikian halnya dengan tenaga kerja kerap tidak tersalurkan, karena ini diharapkan dapat membantu oleh pengusaha, sementara minimal anggota DPR yang berasal dari kaum Nelayan dan petani.
“Kalau masih begini terus sistem politik kita akhirnya selalu dikuasai pengusaha, dan Kaum Nelayan dan petani hanya bisa menunggu kapan saja aspirasi bisa tersalurkan,” tegasnya.
Lebih jauh Abo mengatakan, saat ini dirinya bukan berkampanye, kerena memang tahapannya masih jauh, akan tetapi dirinta perlu memberikan pemahaman dan eduksi politik kepada masyarakat untuk menyambut Pemilu 2024. (can)






















