
SUARAUTARA.COM, (Kuliner) Buol – Kabupaten Buol terkenal dengan kuliner Mie Bakso yang enak-enak. Di daerah ini banyak terdapat penjual Mie bakso yang legendaris dan selalu dirindukan oleh penikmatnya.
Saking terkenalnya kuliner mie bakso di Buol, yang penjualnya juga rata-rata para pendatang dari pulau Jawa, baik Jawa Barat maupu Jawa Timur yang sudah lama menetap tinggal di Bumi Pogogul dengan menjual mie bakso berbagai varian rasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Riski Abdullah salah satu warga Paleleh kepada media ini, Minggu (27/3/2022) mengatakan bahwa makan mie bakso sudah menjadi kebiasaan banyak masyarakat Buol.

“Kumpul-kumpul teman atau keluarga selalu berakhir makan bakso, pacaran makan bakso, pulang shopping makan bakso,“ kata Riski.
Dari pantauan suarautara, khususnya di Kecamatan Paleleh memang terdapat puluhan pedagang mie bakso yang terkenal dengan berbagai ragam citarasa. Urusan rasa memang bersifat subjektif, namun pemilihan mie bakso di bawah ini didasarkan kepada eksistensinya yang sudah delapan tahun berjualan.
Usaha kuliner yang sudah berusia puluhan tahun, jelas menjadi penanda bahwa citarasanya sudah mendapat tempat di lidah masyarakat.
Dari sekian banyak pedagang mie bakso, ada Mas Jaka Umbara pria asal Kabupaten Blitar Jawa Timur ini yang berjualan mei bakso Urat dan Bakso Tenes di Paleleh yang direkomendasikan suarautara.
Mie bakso urat yang satu ini berlokasi di Jalan Trans Paleleh Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol, tepatnya disamping Polsek Paleleh.
Mie Bakso Urat mas Jaka ini sudah terkenal sejak lama, baik masih berjualan di pusat kota Buol, atau di wilayah Paleleh.
Mie Bakso Urat Mas Jaka ini mengusung konsep Mie Bakso stay. Artinya membuka tempat untuk berjualan.

Walaupun sempat berjualan keliling dengan menggunakan sepeda motornya, akhirnya mas Jaka memutuskan untuk membuka lapak untuk berjualan Mie Bakso uratnya mengingkat kian banyak pelanggan yang berdatangan.
Tak hanya Mie Bakso urat, Mas jaka juga menjual mie bakso tenes dengan harga 15ribu seporsi full.
Kepada suarautara, mas Jaka mengaku bakso racikan itu dari keluarga. “ Jadi resep ini dari keluarga sampai ke sudara lainnya,” jelasnya.
“ Untuk mi baksonya bisa dimakan ditempat, maupun bisa dibungkus dibawah pulang, bisa juga menerima pesanan berbagai acara ”pungkasnya (aray)
























