SuaraUtara.com, Banggai – Wakil Bupati Banggai, , secara resmi membuka kegiatan Seminar Awal Kajian Identifikasi dan Optimalisasi Potensi Lokal Pakan Ternak di Kabupaten Banggai Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026) di Ruang Rapat Kantor BRIDA Banggai tersebut turut dihadiri Kepala BRIDA Banggai, tenaga ahli dan tim pendukung dari Universitas Brawijaya, pimpinan OPD, akademisi Unismuh Luwuk, Sekretaris KTNA Kabupaten Banggai, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wabup Furqanuddin menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menghadirkan kebijakan pembangunan yang berbasis riset, data, dan inovasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademik agar setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan ekonomi pedesaan.
Namun demikian, persoalan utama yang masih dihadapi peternak adalah tingginya biaya pakan ternak.
Pakan ternak merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi peternakan.
Ketika peternak masih bergantung pada pakan pabrikan dengan harga tinggi dan pasokan tidak stabil, maka usaha peternakan rakyat akan sulit berkembang secara optimal,” jelasnya.
Karena itu, Furqanuddin memandang kajian identifikasi dan optimalisasi potensi lokal pakan ternak menjadi sangat penting untuk mendukung pembangunan peternakan yang mandiri dan berkelanjutan.
Ia berharap hasil kajian tersebut mampu menghasilkan peta tematik dan basis data pakan ternak lokal yang dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan sektor peternakan secara lebih terukur dan tepat sasaran.
Pembangunan peternakan ke depan harus diarahkan pada konsep kemandirian dan keberlanjutan.
Kita tidak boleh terus bergantung pada sumber daya dari luar daerah apabila sebenarnya kita memiliki potensi lokal yang besar,” tutupnya.(AM’oks69)
























