Suarautara.com|Situbondo – Selama tiga hari sejak hari Jumat (30/102026) hingga hari Minggu (1/11/2026) berkegiatan pencantrikan dalam reportoar tari topeng yang berbasis sejarah Jawa Timur di Sanggar Wahana Puspa Budaya, Situbondo asuhan Hosnatun alias Cak Tutun, pihak universitas negeri Malang (UM) merasa sangat menemukan arti bahwa pihaknya tidak salah pilih mendatangi kemudian melakukan pencantrikan (pembelajaran).
Untuk itulah universitas Negeri Malang di hari terakhir kegiatannya pada hari Minggu (1/11/2026) telah mempersembahkan selembar sertifikat kepada Hosnatun atau Cak Tutun.
“Ya, benar. Kami tidak salah pilih datang ke sanggarnya pak Tutun kemudian melakukan pencantrikan selama tiga hari di sanggar wahana Puspa Budaya Situbondo. Karena beliau adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam pembinaan, pelestarian dan penguatan seni tradisi yang ada di wilayah Situbondo. Dan ini yang patut kami apresiasi berkaitan dengan maestro beliau di bidang seni tari topeng. Ada dua materi yang tersaji pada pencantrikan kemarin, dan beliau secara lugas yang didapatkan mulai beliau kecil, remaja sampai saat ini, itu memang diperoleh dengan pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa. Karena ada bapak dan anak yang sangat intens terhadap pak Tutun yang membelajarkan bagaimana harus menghidupi dan menguatkan seni tradisi ya… orang tua pak Tutun itu yang luar biasa. Dan kami layak untuk memberikan apresiasi terhadap pak Tutun dari universitas negeri Malang dengan memberikan sertifikat sebagai narasumber. Dan dedikasi beliau itulah yang menuntun ke sana,” pungkas dosen universitas negeri Malang, Dr. Wida Rahayuningtyas, S.pd, M.pd kepada media online ini via layanan voice WhatsApp, Senin sore, (2/11/2026).













