Suarautara.com, Banggai – Namanya sosial, bukan medan yang menentukan pelayanan, tetapi kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan yang menggerakkan seseorang untuk hadir membantu masyarakat.
Perjalanan sekitar empat jam dengan melewati aliran sungai dan medan pegunungan harus ditempuh tim terpadu Pemerintah Kabupaten Banggai untuk menjangkau masyarakat.
Oleh sebab itu Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Permukiman Kambanga, Dusun II Uemea, Desa Uemea, Kecamatan Toili, Sabtu (31/10/2026).
Keberangkatan kali ini ada 60 personel lintas instansi diterjunkan dalam kegiatan tersebut.
Meski akses menuju lokasi masih terbatas dan kondisi medan cukup menantang, rombongan tetap melanjutkan perjalanan demi menghadirkan pelayanan pemerintah secara langsung kepada masyarakat di wilayah terpencil.
Didalam rombongan ini dipimpin Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., didampingi Sekretaris Dinas Sosial Yudi Sudarta, S.STP., M.Si., serta Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Aiya Karim, S.Ag.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., bersama Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., agar pelayanan pemerintah tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat yang bermukim di kawasan sulit diakses.
Sehingga di hadapan masyarakat, Kepala Dinas Sosial Hariadi Bola menegaskan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kepada warga karena hal ini juga sebagai bentuk
Sebagai dinas yang bergerak di bidang sosial, kami tidak mengenal medan, baik terjal maupun datar. Selama lokasi masih bisa dijangkau, kami siap hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Semua ini demi memastikan warga mendapatkan perhatian dan hak pelayanan dari pemerintah,” ungkap Hariadi.
Dalam kunjungan tersebut, Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat KAT.
Pelayanan juga dilakukan secara terpadu. Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Toili 2 memberikan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus edukasi mengenai kesehatan kepada warga.
Tak hanya itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bersama UPT Dukcapil Toili melaksanakan pendataan serta pelayanan administrasi kependudukan guna membantu masyarakat memperoleh dokumen resmi.
Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai turut meninjau kondisi kawasan permukiman. Kepala Dinas Perhubungan H. Ihwan Ahmad, S.Pd., S.H., menyampaikan bahwa kebutuhan penerangan di wilayah tersebut akan menjadi perhatian untuk diprogramkan melalui pengadaan fasilitas penerangan.
Kegiatan pelayanan terpadu ini melibatkan Pemerintah Kecamatan Toili dan Moilong, Pemerintah Desa Uemea, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, Dinas Perhubungan, Puskesmas Toili 2, serta UPT Dukcapil Toili.
Turut hadir Camat Toili Agung Prihat Ianta, S.P., Camat Moilong Sarpin, S.Tr.Kep., Ns., dan Kepala Desa Uemea Rinto Lemo.
Dukungan lainnya datang dari TAGANA Kabupaten Banggai, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Seluruh personel bekerja bersama membantu mobilisasi bantuan dan pelaksanaan pelayanan di tengah keterbatasan akses menuju permukiman.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, masyarakat KAT Permukiman Kambanga tercatat sebanyak 9 kepala keluarga dengan total 37 jiwa.
Bagi warga setempat, kedatangan tim terpadu ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan berbagai pelayanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju pusat pemerintahan.
Medan sungai dan pegunungan yang harus dilalui menjadi gambaran nyata tantangan geografis dalam pemerataan pelayanan publik di Kabupaten Banggai.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Banggai bersama instansi terkait berupaya memperkuat jangkauan pelayanan sosial, kesehatan, administrasi kependudukan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan terpencil.
Kehadiran pemerintah di Permukiman Kambanga sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan tetap memperoleh akses pelayanan publik.(AM’oks69).













