Tambang Pasir di Balanggala Touna Dekat Permukiman, Mangrove Hilang Jadi Perhatian

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOUNA, Suarautara.com– Aktivitas persiapan pertambangan pasir oleh PT Indo Tambang Pasir Utama di Desa Balanggala, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menuai sorotan warga. Lokasi tambang diketahui berada di kawasan pesisir pantai yang berdekatan langsung dengan permukiman penduduk dan ekosistem mangrove.

Berdasarkan data lokasi serta pantauan lapangan, area operasional perusahaan berada di zona pesisir yang berbatasan dengan alur sungai kecil dan hanya berjarak sekitar ±100 meter dari rumah warga. Di lokasi tersebut telah berdiri fasilitas stone crusher, timbunan material batu, serta jalur lalu lintas alat berat.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kawasan Balanggala selama ini dikenal memiliki fungsi ekologis penting sebagai daerah penyangga pesisir. Hutan mangrove yang tumbuh di sepanjang pantai berperan sebagai pelindung alami dari abrasi, gelombang laut, serta intrusi air asin ke daratan.

Namun, berdasarkan pengamatan visual di lokasi proyek, vegetasi mangrove di sekitar area operasional tidak lagi terlihat. Area pantai tampak terbuka dan mengalami perubahan bentang alam akibat aktivitas pembersihan lahan menggunakan alat berat.

“Kami tinggal sangat dekat dengan lokasi ini. Dulu masih ada bakau, sekarang sudah habis. Kami khawatir kalau abrasi atau air laut naik, kampung yang terdampak,” ujar salah satu warga Balanggala, Jumat (26/12/2025).

Dari sisi perizinan, PT Indo Tambang Pasir Utama tercatat mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dengan nomor 27072200825840001, dengan luas konsesi sekitar 24 hektare. Meski demikian, warga menilai keberadaan izin belum menjawab kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, mengingat lokasi tambang berada di kawasan pesisir yang sensitif.

Seorang petugas keamanan perusahaan, Burhanudin, mengakui adanya aktivitas pembersihan lahan di area pantai. Ia menyebut bahwa tanaman mangrove yang sebelumnya tumbuh di lokasi perusahaan telah digusur menggunakan alat berat.

“Bakau di sekitar pantai yang masuk lokasi perusahaan memang sebelumnya ada, tapi sudah digusur pakai alat,” ungkapnya.

Burhanudin juga menjelaskan bahwa hingga kini perusahaan belum memulai penambangan pasir secara resmi, dan masih berada pada tahap mobilisasi alat serta pembangunan sarana pendukung.

Meski belum beroperasi penuh, sejumlah pemerhati lingkungan menilai bahwa tahap persiapan yang telah mengubah kondisi fisik kawasan pesisir tetap harus diuji kesesuaiannya dengan regulasi lingkungan hidup dan tata ruang wilayah. Kawasan pesisir dan mangrove secara prinsip merupakan wilayah dengan fungsi lindung dan daya dukung terbatas.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Indo Tambang Pasir Utama belum memberikan keterangan resmi terkait dasar pemilihan lokasi operasional di kawasan pesisir tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.***/ Agung

Berita Terkait

Diduga Gelapkan Aset, Dinas Pertanian dan Inspektorat Touna Didesak Lakukan Audit Forensik Tarif Traktor Rp1,4 Juta/Ha
Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya
Wabup Touna Terima Audiensi KPP Pratama Poso, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak
Apresiasi Kinerja Polres Touna, Posbakumadin Benarkan Penangkapan 4 Terduga Kasus Sabu
Kuasa Hukum Wahid Rimpu Tanggapi Laporan Pencemaran Nama Baik: Unsur Rasa Malu Ditentukan Ahli Bahasa
Resmikan Tiga Ruangan Baru di Kejari Touna, Kajati Sulteng Dorong Percepatan Digitalisasi
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Akun Facebook Fery Tap Dilaporkan Camat Ampana Tete

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:59 WITA

Diduga Gelapkan Aset, Dinas Pertanian dan Inspektorat Touna Didesak Lakukan Audit Forensik Tarif Traktor Rp1,4 Juta/Ha

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:39 WITA

Diduga Nikah di Bawah Tangan, Anggota Polres Touna Bantah Hadir di Pernikahan Anaknya

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:31 WITA

Wabup Touna Terima Audiensi KPP Pratama Poso, Tegaskan Komitmen Kepatuhan Pajak

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:44 WITA

Apresiasi Kinerja Polres Touna, Posbakumadin Benarkan Penangkapan 4 Terduga Kasus Sabu

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:51 WITA

Kuasa Hukum Wahid Rimpu Tanggapi Laporan Pencemaran Nama Baik: Unsur Rasa Malu Ditentukan Ahli Bahasa

Berita Terbaru

Nasional

Gus Lilur Desak Presiden Agar Copot Dirjen Bea Cukai

Minggu, 14 Jun 2026 - 13:28 WITA